Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XI DPR RI Amin Ak mendorong penerapan strategi 'Akselerasi Anggaran Awal Tahun (AAA)' di seluruh daerah untuk mengatasi persoalan dana pemda yang mengendap di perbankan. Seperti diberitakan, nominal dana pemda yang mengendap di bank mencapai lebih dari Rp200 triliun.
Pendekatan AAA ini, katanya, menekankan percepatan pada lima aspek utama. Pertama, perencanaan lebih dini. Dalam hal ini, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dilakukan sejak pertengahan tahun sebelumnya agar APBD bisa disahkan maksimal bulan November.
"Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki waktu cukup untuk persiapan teknis sebelum tahun anggaran berjalan," kata Amin kepada Media Indonesia, Jumat (24/10).
Kedua, percepatan lelang atau pengadaan dini. Amin mengatakan pengadaan barang/jasa dapat dimulai setelah RKA disetujui DPRD, sesuai ketentuan Perpres 12/2021. Dengan lelang dini, katanya, proyek bisa langsung berjalan di Januari tanpa menunggu proses panjang.
Ketiga, sinkronisasi dana transfer. Menurutnya, komunikasi antara pemda dengan Kementerian Keuangan dan Kemendagri perlu dilakukan lebih cepat agar pencairan DAK dan DAU dapat dimulai di triwulan pertama.
Keempat, digitalisasi dan transparansi. "Komisi XI mendorong agar BI dan Kemenkeu mempublikasikan data saldo kas daerah tiap triwulan sebagai bentuk pengawasan terbuka terhadap pengelolaan dana publik," ujar Amin.
Kelima, insentif dan akuntabilitas. Amin mengatakan pemerintah daerah dengan serapan cepat dan berkualitas perlu diberi penghargaan fiskal. Sementara daerah dengan kinerja rendah perlu dikenai evaluasi dan pembinaan.
Untuk mendukung akselerasi, lanjutnya, perlu dikaji revisi regulasi agar mekanisme lelang dini dan rolling planning memiliki dasar hukum yang kuat. Selain itu, perlu didorong agar serapan APBD mencapai minimal 40% pada semester pertama.
Selanjutnya, mendorong transparansi saldo kas daerah melalui audit dan pelaporan berkala BI dan Kemenkeu. Terakhir, harus ada penguatan koordinasi dengan Kemendagri, Bappenas, dan LKPP untuk memastikan pelaksanaan sistem monitoring realisasi APBD secara real-time, sehingga hambatan di lapangan bisa segera diidentifikasi.
“Daerah harus berani berubah dari pola ‘mengebut di akhir tahun’ menjadi pola ‘memulai di awal tahun’. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan lebih cepat, sehingga manfaat APBD akan lebih cepat dirasakan masyarakat," papar Amin.
Wakil Ketua Fraksi PKS menyebut berdasarkan analisis, rendahnya serapan APBD di awal tahun karena sebagian besar daerah baru mengeksekusi proyek pembangunan pada triwulan ketiga hingga akhir tahun. Karenanya terjadi rush spending atau penumpukan belanja di penghujung tahun.
Menurut Amin, beberapa faktor utama penyebabnya antara lain:
1. Penetapan APBD terlambat.
Banyak daerah baru mengesahkan anggaran menjelang akhir tahun, sehingga dokumen pelaksanaan (DPA) baru efektif pada Maret atau April.
2. Proses pengadaan barang dan jasa lambat. Tender baru dimulai setelah DPA disahkan, padahal peraturan memungkinkan lelang dini sejak RKA disetujui.
3. Dana transfer ke daerah (TKD) terlambat cair. Terutama DAK fisik yang baru dapat dicairkan setelah dokumen teknis lengkap.
4. Budaya kehati-hatian berlebihan. Banyak pejabat daerah menunda kegiatan karena khawatir temuan audit, sehingga berdampak pada lambatnya realisasi program publik.
"Akibatnya, belanja daerah tidak berjalan optimal, proyek infrastruktur tertunda, dan pertumbuhan ekonomi lokal tidak terstimulasi dengan baik. Dana yang seharusnya berputar di masyarakat justru diam di bank dalam bentuk saldo kas daerah," pungkasnya. (Ifa/E-4)
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah melaporkan Bank SumselBabel (BSB) ke Polda Babel terkait kesalahan input data dana mengendap senilai Rp2,1 triliun.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur memastikan dana yang diduga mengendap di bank sebesar Rp6,2 triliun sudah sesuai dengan prosedur.
Pemerintah pusat saat ini sedang mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tekanan global.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penyimpanan kas daerah dalam bentuk giro merupakan pilihan yang tepat dan terbaik.
Pola musiman penyaluran transfer ke daerah dan perilaku belanja triwulan IV turut memperlebar selisih antarperiode.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1).
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengambil langkah hukum tegas terhadap puluhan perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal di Indonesia.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Kementerian Keuangan tetap memberi pendampingan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengevaluasi secara menyeluruh aparatur Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menunda reorganisasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved