Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional kembali mencatat tonggak baru. PT Majoris Asset Management menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Istiqlal Global Fund (IGF) di bawah naungan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) untuk mengembangkan pengelolaan wakaf saham dan sedekah saham di pasar modal syariah Indonesia.
Penandatanganan yang berlangsung dalam rangkaian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini disaksikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Direktur Utama BEI Iman Rachman. Kolaborasi tersebut menandai integrasi baru antara filantropi Islam dan manajemen investasi profesional di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui kemitraan ini, Istiqlal Global Fund akan berperan sebagai Nazhir atau pengelola wakaf yang bertugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan manfaat wakaf saham kepada penerima manfaat (mauquf alaih). Sementara Majoris Asset Management bertindak sebagai Manajer Investasi yang mengelola portofolio wakaf melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berbasis prinsip syariah, guna menjamin tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.
Direktur Utama Majoris Asset Management, Zulfa Hendri, menyebut kerja sama ini sebagai babak baru dalam perkembangan investasi syariah di Indonesia.
“Kami ingin memperluas perspektif tentang wakaf, tidak hanya sebagai ibadah sosial, tetapi juga instrumen untuk membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq, menekankan potensi besar wakaf sebagai penggerak ekonomi umat.
“Wakaf memiliki potensi luar biasa untuk menjadi kekuatan ekonomi umat yang berkelanjutan. Dengan dukungan instrumen pasar modal syariah, nilai wakaf dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ahsanul menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2024-2029 dan RPJMN 2025-2029, serta dapat mengoptimalkan potensi wakaf nasional yang diperkirakan mencapai Rp400 triliun.Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong transformasi aset umat menjadi productive waqf assets yang tumbuh, transparan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah regional, langkah ini juga menegaskan komitmen Majoris dalam mengembangkan inovasi pembiayaan berbasis nilai (value-based funding) yang inklusif dan berkelanjutan. (E-3)
ISTIQLAL Global Fund (IGF) - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama PT Majoris Asset Management (Majoris) meluncurkan Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal.
Saham syariah yang sudah diwakafkan tidak bisa diubah oleh pengelola wakaf tanpa seizin pemberi wakaf dan disebutkan dalam perjanjian wakaf.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
IHSG hari ini 14 Januari 2026 dibuka melesat ke level 9.007,05, mencetak rekor All Time High (ATH) baru di tengah optimisme pasar modal Indonesia.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved