Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah bakal meninjau dan mengubah kembali aturan Devisa Hasil Eskpor (DHE) atas komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Sebab, aturan yang ada dinilai belum optimal membuat eksportir menaruh devisanya di Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai mengikuti rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10) malam.
"Jadi tadi membahas untuk melakukan evaluasi sejauh mana efektivitas dan dampak terhadap diberlakukannya DHE. Memang perlu juga terus kita pelajari, karena dari yang sudah kita terapkan hasilnya belum cukup mengembirakan," ujarnya.
Prasetyo menuturkan, aturan penempatan devisa di dalam negeri dipandang belum optimal. Karenanya para menteri dan pemimpin di lembaga terkait diminta untuk mengevaluasi dan mempelajari kembali mengenai hal itu.
Selain itu, aturan yang saat ini berlaku juga dinilai masih memiliki celah untuk eksportir tak menempatkan devisanya di sistem keuangan Indonesia. "Masih ada beberapa yang memungkinkan devisa kita belum seoptimal yang kita harapkan. Makanya itu yang diminta untuk segera dipelajari kembali," jelasnya. (Mir)
Eksportir nasional akan menghadapi tantangan besar seiring kewajiban penempatan penuh Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara mulai 1 Januari 2026.
PT BRI mendukung penuh implementasi PP Nomor 8 Tahun 2025 yang mewajibkan eksportir SDA menempatkan 100% DHE di perbankan nasional selama 12 bulan.
Jika dibandingkan dengan gebrakan-gebrakan Presiden Prabowo yang lain, kebijakan DHE SDA termasuk yang paling ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar.
BANK Indonesia (BI) mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 sebesar US$150,1 miliar atau sebesar Rp2.500,5 triliun (asumsi kurs Rp16.659).
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri untuk membahas perkembangan berbagai sektor strategis nasional, mulai dari kebijakan keuangan, pertanian,
Surplus perdagangan barang yang sudah berlangsung selama 62 bulan berturut-turut menjadi bantalan utama ketahanan ekonomi eksternal Indonesia.
Bank Indonesia mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2025 tercatat sebesar US$152,6 miliar atau senilai Rp2.477 triliun.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti masih tingginya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved