Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi industri baja nasional. Asep menegaskan bahwa baja, sebagai mother of industries seharusnya menjadi penopang utama pembangunan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, industri baja dalam negeri justru tertekan oleh derasnya intervensi pasar luar, khususnya dari Tiongkok.
“Saya salah satu dari sekian banyak orang yang amat prihatin dengan kondisi industri baja di republik ini. Kalau kita bercermin pada pertumbuhan ekonomi di Amerika dan berbagai negara pada masa lalu dimana keberhasilan revolusi industrinya salah satunya ditopang oleh industri bajanya. Tapi di sini, pada saat pembangunan nasional kita memerlukan baja, industrinya yang notabene milik pemerintah sendiri malah seperti dibunuh dengan sengaja,” ungkap Asep dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terkait evaluasi kinerja korporasi semester I tahun 2025, di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9).
Karena itu, Legislator dari dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) itu menilai bahwa pemulihan menyeluruh di Krakatau Steel harus menjadi agenda strategis yang akan mengembalikan kedaulatan produk baja nasional di tanah air.
Ketua Bidang Energi dan Mineral DPP Partai NasDem ini menilai, seluruh kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk mengembalikan kedaulatan industri baja ini mestinya ditanggung sepenuhnya.
“Karena amat strategisnya industri ini, kontribusinya terhadap pembangunan dan multiplier effect yang ditimbulkannya signifikan," ujarnya.
Asep juga menegaskan, Danantara harus amat serius mendorong Krakatau Steel kembali berdaya. Indonesia kan punya perbandingan dengan bantuan yang diberikan Danantara kepada Garuda yang dalam kondisi ekuitinya negatif dan semester I tahun 2025 kemarin mengalami kerugian, tapi masih bisa diberikan apalagi ke Krakatau Steel.
"Krakatau Steel ekuitinya masih positif, bisnis masa depannya pun masih cerah. Masa tidak mendapatkan dukungan lebih maksimal,” paparnya.
Legislator NasDem yang akrab disapa Kang AW ini juga menyoroti perlunya modernisasi mesin produksi, perbaikan tata kelola, serta proteksi terhadap produksi baja dalam negeri. Ia menekankan agar seluruh BUMN maupun proyek strategis pemerintah wajib menggunakan baja dari Krakatau Steel. Selain itu, Asep mengingatkan agar proses penyelamatan Krakatau Steel tidak hanya berhenti pada restrukturisasi keuangan dan proteksi terhadap produk domestiknya, tetapi Krakatau Steel pun harus mampu memberikan jawaban atas seluruh kebutuhan industri baja nasional saat ini, termasuk dengan cara memberikan kualitas yang terbaik namun harganya kompetitif selain juga tetap menjaga prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) di dalam perusahaannya terkelola dengan baik.
“Jadi restrukturisasi keuangan melalui bantuan dari Danantara, proteksi tata niaga impor dan penambahan bea masuknya, sinergi dan berkolaborasi dengan berbagai program strategis pemerintah dan seluruh BUMN yang memerlukan baja serta menjaga proses tata kelola perusahaan dalam melakukan upaya transformasinya agar tetap dalam koridor ketaatan pada prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance) adalah agenda komprehensif yang harus dilakukan untuk memulihkan Krakatau Steel khususnya dan industri baja nasional pada umumnya,” pungkasnya. (H-3)
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai unggul dalam penerapan Sistem Manajemen Peningkatan Produktivitas.
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
Industri baja dan logam di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil seiring meningkatnya kebutuhan konstruksi, infrastruktur, dan manufaktur.
PLN tingkatkan pasokan listrik ke PT Lautan Baja Indonesia hingga 80 MVA, dorong efisiensi produksi dan dukung pertumbuhan industri baja nasional.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
Dari total kewajiban sebesar USD 200 juta, termasuk utang bunga dan denda, perseroan membayarkan USD 35 juta
Krakatau Steel (KS) saat ini dinilai jauh lebih baik daripada sebelumnya. Bahkan diyakini, BUMN tersebut akan lebih cerah dan kembali menjadi tulang punggung industri baja nasional.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil mencetak pendapatan sebesar US$954,59 juta atau sekitar Rp15,42 triliun pada 2024, berdasarkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved