Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Krakatau Steel menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI sebagai bagian dari program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-68 tahun 2025. Kunjungan tersebut bertujuan membekali para calon pimpinan nasional dengan pemahaman menyeluruh tentang ketahanan nasional, khususnya di sektor strategis seperti industri baja.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari penyiapan kader yang berpikir komprehensif, beretika kebangsaan, serta memiliki wawasan nusantara dan cakrawala pandang universal," ujar Gubernur Lemhannas RI Tb Ace Hasan Syadzily seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (1/5).
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menilai kerja sama dengan Lemhannas sebagai bentuk sinergi strategis untuk memperkuat pertahanan negara melalui sektor industri. Menurutnya, kekuatan sebuah negara tak hanya dilihat dari luas wilayah atau jumlah penduduk, tetapi juga dari kemandirian industrinya.
"Industri baja adalah urat nadi pembangunan nasional. Produk baja menjadi fondasi dari gedung pencakar langit, jembatan, pelabuhan, hingga sarana pertahanan," kata Akbar.
Ia menambahkan bahwa kunjungan Lemhannas tidak sekadar simbolik, melainkan momentum membangun dialog dan kolaborasi lintas sektor yang mendukung pertumbuhan industri baja secara mandiri dan berkelanjutan.
"Kami percaya, melalui kerja sama seperti ini, industri baja nasional dapat menjawab tantangan zaman dengan lebih tangguh," tuturnya.
Krakatau Steel, lanjut Akbar, berkomitmen menyediakan infrastruktur baja yang modern, efisien, dan berdaya saing global. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi strategis yang lebih luas.
"Kami siap bersinergi dalam merumuskan strategi pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi masa depan," pungkas dia. (E-3)
Dukungan konkret negara melalui proteksi perdagangan, penguatan tata niaga, serta keberpihakan pada produksi dalam negeri akan menjadi fondasi Krakatau Steel untuk bangkit lebih kuat.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
KRAS kini bergerak agresif sebagai tulang punggung yang mendukung sektor infrastruktur, manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
Dari total kewajiban sebesar USD 200 juta, termasuk utang bunga dan denda, perseroan membayarkan USD 35 juta
Purbaya mengatakan, saat ini jajarannya terus melakukan penelusuran terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga diindikasikan mangkir dari kewajiban pajak terhadap negara.
Dukungan konkret negara melalui proteksi perdagangan, penguatan tata niaga, serta keberpihakan pada produksi dalam negeri akan menjadi fondasi Krakatau Steel untuk bangkit lebih kuat.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan.
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved