Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menuturkan rencana bank-bank pelat merah atau himpunan bank negara (himbara) menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) hingga level 4 persen, memicu dinamika di pasar dan menekan rupiah.
Empat bank yang akan mengambil langkah ini ialah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
“Ekspektasi bunga deposito dolar AS 4% telah membuat perubahan luar biasa dalam ekspektasi pasar dan rupiah,” ujar Fakhrul.
Menurutnya, hal itu perlu ditinjau ulang agar ekspektasi pasar dapat terkendali. Di satu sisi, Fakhrul juga mengingatkan bahwa Indonesia telah menekan kebutuhan dolar sejak lama melalui aturan kewajiban penggunaan rupiah.
Namun, menurutnya diperlukan pengembangan pasar mata uang dan instrumen derivatif yang lebih dalam, sekaligus penguatan analisis risiko, mengingat keterbatasan instrumen berdenominasi dolar di dalam negeri.
"Jika langkah-langkah tersebut dijalankan dengan baik, rupiah berpeluang menguat kembali ke level Rp16.000 per dolar AS, atau bahkan lebih kuat," ucapnya. (H-4)
Purbaya menilai capaian tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin menguat.
Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait wacana perombakan direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai sorotan.
Pertumbuhan kredit pada November 2025 secara year-on-year mencapai 7,74%. Kualitas kredit juga terjaga dengan NPL gross 2,21%.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
Eksportir nasional akan menghadapi tantangan besar seiring kewajiban penempatan penuh Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara mulai 1 Januari 2026.
Pemerintah kembali menyalurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 ribu bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Simak cara pencairannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved