Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menutup agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Banten, Jumat (26/9) yang menghadirkan para Kepala Dinas Koperasi dari 10 provinsi di Indonesia.
Ferry menegaskan bahwa bahwa pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih ini memiliki makna strategis yaitu akan menjadi jawaban dari permasalahan di masyarakat terutama di desa seperti kemiskinan, maraknya praktik rentenir, pinjaman online ilegal, dan dominasi usaha non-koperasi. Sehingga fase kedua yaitu tahap operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih ini menjadi fase yang paling penting.
"Kopdes ini sebagai gerakan negara yang dimaksudkan agar desa kembali menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi di Indonesia dengan mengembalikan ke khittah, yakni menjadikan desa sebagai subjek pembangunan ekonomi,” ujar Ferry dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (27/9).
Pemerintah, lanjut Ferry, telah menyiapkan skema pembiayaan untuk mendukung percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Dukungan ini diberikan melalui Bank Himbara, LPDB, hingga bank-bank daerah.
Rakor Regional ini digelar sebagai wadah untuk asistensi bagi Kepala Dinas di daerah dalam memandu para pengelola Kopdes/Kel Merah Putih mengajukan proposal bisnisnya dan proposal kemitraan kepada Bank Himbara hingga BUMN.
“Ini bentuk nyata komitmen pemerintah agar masyarakat desa punya akses permodalan murah dan mudah. Bank Himbara (dan BUMN) akan mendampingi, mulai dari sosialisasi tata cara pencairan hingga penyusunan proposal bisnis,” jelas Ferry.
Sebagai upaya lanjutan untuk mempercepat operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menambah tenaga PMO (Project Management Officer) yang akan ditempatkan di setiap Dinas Kabupaten/ Kota untuk membantu mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan seluruh proses bisnis Kopdes/ Kel Merah. Bahkan pemerintah melalui KemenPAN-RB menyatakan akan menempatkan tenaga PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di desa untuk membantu asistensi bisnis koperasi.
"Mereka semua akan membantu secara administratif. Sedangkan untuk manajemen pengawasan akan dilakukan secara internal yaitu melalui anggota dan pengawas koperasi dan dari eksternal," beber Ferry.
Ferry memahami bahwa keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih sangat tergantung dari kerja kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat lintas Kementerian dan Lembaga (K/L), pemerintah daerah, BUMN/ BUMD hingga peran aktif masyarakat. Berbagai hambatan dan tantangan diakui masih akan ditemui dalam proses operasionalisasinya.
“Kita harus bahu membahu. Memang akan ada kekurangan dan trial and error, tapi dengan bersama-sama kita bisa sempurnakan. Inilah kerja gotong royong kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu Anggota DPR RI Komisi VI Rachmat Gobel turut menyampaikan dukungan penuh terhadap program Kopdes/Kel Merah Putih. Menurutnya, koperasi adalah instrumen penting untuk membangun ekonomi dari desa hingga menjadi kekuatan nasional.
“Saya sangat bersemangat mendorong koperasi agar menjadi soko guru perekonomian. Program Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi kebijakan luar biasa, ini adalah jalan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Gobel.
Gobel menilai kehadiran 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih akan menjadi pondasi strategis dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geo ekonomi global. Hal ini dapat terwujud karena kemandirian dan ketahanan negara dijaga bersama-sama oleh seluruh perangkat negara hingga ke desa-desa.
“Kita tahu bahwa saat ini impor makin tinggi, tambang banyak dikuasai asing padahal itu bisa melemahkan masyarakat desa. Tapi dengan koperasi harus menjaga ketahanan ekonomi sekaligus keutuhan NKRI,” tandasnya. (H-1)
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar pelatihan Ayo Berkoperasi bagi Mamak-Mamak Perajin Tenun yang ada di wilayah Kupang.
Ferry Juliantono mengatakan dari nota kesepakatan ini diharapkan akan terbentuk koperasi yang lebih kuat, moderen, dan berdaya saing di Banyuwangi.
Pengurus Kopdes/Kel Merah Putih harus mampu mengidentifikasi potensi usaha dalam menjalankan usaha koperasi melalui kerja sama kemitraan dengan BUMN dan swasta.
Wamenkop menyadari bahwa topografi Kabupaten Buru berbeda dengan desa-desa lain, sehingga dibutuhkan sentuhan khusus dari dinas
Pelatihan ekosistem digital yang akan diberikan kepada pengurus Kopdes/Kel Merah Putih di antaranya adalah sosialisasi Sistem Informasi Kopdes (siKOPDES).
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Tansformasi koperasi berbasis data yang dinamis dan real-time ini menjadi fondasi utama kerja Kementerian Koperasi ke depan.
Kementerian Koperasi juga tengah menyiapkan penyempurnaan regulasi melalui pengusulan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional.
Kopdes/Kel Merah Putih dirancang sebagai alat untuk membangun beberapa lini kegiatan bisnis dalam rangka kemandirian pangan dan energi nasional.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinobatkan sebagai Program Pemerintah Terpopuler pada Disway Awards 2025. Adapula Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved