Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan pentingnya peran Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai fondasi dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan perumahan nasional, khususnya terkait program rumah subsidi. Hal tersebut disampaikan Menteri Ara saat menghadiri acara Anugerah Hari Statistik Nasional, Jumat (26/9).
Menurut l Ara, Kementerian PKP merupakan salah satu pengguna terbesar data BPS. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga hanya menggunakan data resmi BPS sebagai satu-satunya rujukan.
"Mungkin kementerian yang paling banyak menggunakan data BPS adalah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Karena sesuai arahan Presiden, kita wajib menggunakan sumber satu-satunya data dari BPS,” ujarnya.
Ia menilai bahwa BPS saat ini hadir dengan wajah baru yang lebih terbuka, tanpa kehilangan prinsip dan integritas metodologisnya.
"Ada wajah baru dari BPS yang bisa terbuka, tetapi punya prinsip yang kuat. Integritas metodologinya bisa dipertanggungjawabkan. Harapan saya BPS tambah kredibel, tambah kuat, dan tentu anggarannya juga tambah besar. Karena BPS yang menilai kinerja semua kementerian dan lembaga,” ucapnya.
Ara menambahkan, kekuatan data BPS sangat penting karena dapat digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari kementerian, investor, lembaga swadaya masyarakat, hingga akademisi.
"Ukuran yang terukur ini bisa dipakai siapa pun. Investor bisa pakai, LSM bisa pakai, kalangan intelektual pun bisa memberikan kritik dan apresiasi berdasarkan data-data dari BPS," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyebut capaian program rumah subsidi yang berhasil melampaui target berkat dukungan data BPS.
"Saya tadi baru cek, sekarang sekitar 60 ribu buruh sudah menerima rumah subsidi. Itu semua berkat basis data yang kuat dari BPS," beber Ara.
Di sisi lain, dirinya juga menyampaikan rencana akad massal 25 ribu rumah subsidi yang akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto pada Senin (29/9) mendatang.
"Kami mohon dukungan semua pihak. Hari Senin nanti Presiden akan datang dalam akad massal 25 ribu rumah subsidi. Ini bukti nyata bahwa ekosistem perumahan bisa berjalan dengan baik jika didukung oleh data yang kredibel," pungkas Maruarar. (Fal/E-1)
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved