Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak menguat pada perdagangan Kamis (11/9). Menurutnya, dorongan utama datang dari sentimen global, khususnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed.
“IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang 7.600-7.800,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Optimisme pasar semakin kuat setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) periode Agustus 2025 tercatat di bawah ekspektasi, yang menambah keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 September mendatang.
Berdasarkan data, PPI AS turun 0,1% secara bulanan (mtm) dari sebelumnya 0,7% pada Juli 2025. Secara tahunan (yoy), inflasi produsen melambat menjadi 2,6% dari 3,1%.
Selain itu, pasar juga menunggu rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS yang diperkirakan naik tipis menjadi 0,3% (mtm) pada Agustus dari 0,2% pada Juli, atau 2,9% (yoy) dari 2,7% sebelumnya.
Dari kawasan Eropa, perhatian tertuju pada keputusan European Central Bank (ECB) yang diprediksi tetap mempertahankan suku bunga di level 2,5 %. Sementara di Asia, Tiongkok kembali mengalami deflasi sebesar 0,4% (yoy) pada Agustus, setelah sebelumnya nol persen pada Juli, menandai deflasi kelima sepanjang 2025 akibat lemahnya permintaan domestik.
Dari dalam negeri, sentimen positif muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kebijakan penempatan Rp200 triliun dari total Rp425 triliun kas negara di Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan dalam bentuk deposito. Langkah ini diharapkan memperkuat likuiditas bank dan mendorong pertumbuhan kredit, sehingga bisa menjadi katalis bagi pergerakan ekonomi nasional. (Ant/E-3)
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG ditutup menguat ke posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1). Simak analisis dampak ketegangan dagang AS-Eropa dan keputusan BI Rate
Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved