Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa buruh PT Gudang Garam Tbk, menjadi bukti nyata merosotnya daya beli masyarakat.
Menurutnya, penurunan konsumsi rokok akibat daya beli yang lemah telah mengakibatkan turunnya produksi, diperparah dengan keterbatasan pasokan tembakau. Faktor lain yang turut menekan industri rokok adalah semakin mahalnya pajak cukai rokok.
"Bila benar terjadi PHK di PT Gudang Garam, ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah, sehingga produksi rokok menurun," ujar Iqbal kepada Media Indonesia, Minggu (7/9).
Said menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan menelusuri keabsahan kabar PHK massal tersebut.
“Kami baru mendapat informasi adanya PHK buruh rokok di PT Gudang Garam. Saat ini kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
Presiden KSPI itu mengingatkan dampak PHK tidak hanya dirasakan buruh pabrik rokok, tetapi juga berpotensi meluas ke puluhan ribu pekerja lain. Seperti, buruh tembakau, pekerja logistik, sopir, pemasok, hingga pedagang yang bergantung pada industri ini.
"Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin ratusan ribu buruh kehilangan mata pencaharian," imbuhnya.
Said mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan menyelamatkan industri rokok nasional sekaligus melindungi para buruh. Namun, ia mengingatkan agar langkah pemerintah tidak sekadar janji manis seperti kasus PHK massal di Sritex, yakni hak-hak buruh, bahkan tunjangan hari raya (THR) dituding tak dibayarkan.
Menurutnya, penyelamatan industri rokok perlu dilakukan agar keberlangsungan pekerjaan buruh tetap terjaga.
"Selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK. Pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan, tapi jangan seperti kasus PHK Sritex," pungkasnya.
Kabar mengenai PHK di PT Gudang Garam mencuat setelah beredarnya sebuah video viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak ratusan hingga ribuan karyawan saling berjabat tangan, menangis, dan memperlihatkan suasana perpisahan. Meski demikian, hingga kini pihak manajemen Gudang Garam belum memberikan konfirmasi kepada Media Indonesia resmi terkait kebenaran isu PHK massal tersebut. (E-4)
ISU pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menyoroti peliknya kebijakan cukai hasil tembakau (CHT).
PEREDARAN rokok ilegal harus ditekan karena memengaruhi perkembangan industri tembakau di Jatim.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengonfirmasi adanya efisiensi di perusahaan rokok tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di PT Gudang Garam.
pemotongan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak cukup menjawab persoalan ketenagakerjaan di Tanah Air
Apindo menilai industri tembakau saat ini menghadapi beban ganda dari rencana kenaikan tarif cukai dan penerapan cukai baru.
Simak profil lengkap PT Gudang Garam Tbk, sejarah berdirinya raksasa rokok kretek Kediri, varian produk legendaris, hingga kinerja saham GGRM di sini.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengonfirmasi adanya efisiensi di perusahaan rokok tersebut.
Beban cukai yang terus naik serta regulasi kesehatan yang semakin ketat sebagai penyebab utama tekanan terhadap industri rokok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di PT Gudang Garam.
Dihentikannya pembelian tembakau oleh dua perusahaan rokok kretek besar, yaitu PT Gudang Garam dan Nojorono di Temanggung, Jawa Tengah, merupakan kabut hitam perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved