Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dilaksanakan Bulog Cianjur, Jawa Barat, relatif masih cukup rendah. Hingga saat ini penyalurannya baru berkisar di angka 3% dari kuota yang ditargetkan.
Pimpinan Cabang Bulog Cianjur, Yanto Nurdiyanto, mengatakan tahun ini Bulog Cianjur ditargetkan bisa menyalurkan beras SPHP sebanyak 21 ribu ton. Dari target tersebut, penyalurannya sekitar 600 ton.
"Target (Bulog) Cabang Cianjur ini memang cukup besar, hampir 21 ribu ton. Memang sekarang masih kecil. Masih di angka sekitar 3%, baru sekitar 600 ton," kata Yanto, Jumat (5/9).
Cukup kecilnya tingkat penyaluran beras SPHP bukan tanpa alasan. Yanto menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran relatif masih rendah.
"Tapi memang di Cianjur itu kan masih musim panen juga. Kemudian harga beras medium juga di pasaran masih di bawah HET (harga eceran tertinggi)," ucapnya.
Hasil pengamatan di lapangan, kata Yanto, harga beras jenis medium di Kabupaten Cianjur rata-rata kisaran Rp13.080 per kg. Sementara HET beras medium di kisaran Rp13.500 per kg.
"Jadi, pada prinsipnya harga beras medium di Cianjur cukup stabil," tuturnya.
Yanto menuturkan, SPHP merupakan program pemerintah dengan tujuan menstabilkan harga beras medium. Tujuan lainnya yaitu menambahkan pasokan ketika terjadi kelangkaan.
"Mekanisme penyaluran beras SPHP ini bisa dilakukan melalui gerakan pangan murah (GPM). Biasanya kami bekerja sama dengan pemerintah daerah. Tapi bisa juga dilakukan mandiri. Kami minta persetujuan melaksanakan GPM di titik mana," imbuh Yanto.
Termasuk penyaluran yang bekerja sama dengan Polri dan TNI atau institusi pemerintah lainnya. Untuk menjangkau masyarakat pembeli, beras SPHP juga sudah tersedia di kios-kios pengecer di pasar-pasar tradisional.
"Jadi, penyaluran beras SPHP itu bisa memutus mata rantai distribusi. Sebab, penyalurannya langsung ke konsumen," pungkas Yanto. (H-2)
Untuk penyerapan GKP, Bulog Cianjur berkontribusi terhadap pengamanan di tingkat petani. Bulog Cianjur ditargetkan bisa menyerap sebanyak 42 ribu ton GKP.
Sampai saat ini Bulog Cianjur sudah menyerap sebanyak 48.300 ton GKP. Serapannya berasal dari para petani di wilayah Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Pasalnya, Bulog terus melakukan penyerapan gabah dari para petani.
Masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Stoknya relatif aman untuk beberapa waktu ke depan.
Bulog Cianjur ditugasi bisa menyerap gabah sebanyak 20 ribu ton. Termasuk harus menyerap beras sebanyak 10 ribu ton.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved