Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE), Mohammad Faisal memprediksi perputaran uang pada Lebaran tahun ini diprediksi tidak sebesar seperti Lebaran tahun sebelumnya. Indikasi tersebut tercermin dari tingkat spending masyarakat sebelum lebarang yang tidak terlalu tinggi serta tingkat tabungan masyarakat yang terus menurun.
"Apalagi juga Kementerian Perhubungan juga memperkirakan jumlah pemudik juga turun signifikan, dari sekitar 193 juta pada 2024 pada saat Lebaran menjadi hanya 146 juta pada Lebaran tahun ini perkiraannya. Jadi artinya ada penurunan hampir 25% dari jumlah orang yang mudik. Jadi perputaran uang itu juga mengalami penurunan kurang lebih tidak jauh-jauh dari itu," ucap Faisal saat dihubungi, Selasa (1/4).
Faisal melanjutkan, meskipun pada Lebaran ini juga dibagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga swasta, akan tetapi ia menilai bahwa THR yang diberikan tersebut tidak sepenuhnya dibelanjakan terutama saat masyarakat melakukan mudik.
"Bisa jadi (THR digunakan) untuk membayar utang atau mungkin juga disimpan dan juga mungkin jumlahnya tidak sebesar tahun yang lalu yang dibagikan, apalagi kalau melihat sebagian pelaku swasta ada yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Jadi saya perkirakan memang perputaran uang pada Lebaran tahun ini tidak sebesar pada tahun sebelumnya," pungkasnya. (Fal/M-3)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan sepanjang 2025 mencapai 4,58%, tertinggi di antara kelompok pengeluaran lain. Pemerintah waspadai gerusan daya beli di kuartal I-2026.
Komisi XI berada pada posisi strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan musiman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026.
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 hingga mencapai Rp9.783,1 triliun.
Kebijakan yang terlalu ketat, tumpang tindih, atau tidak proporsional dinilai menjadi pemicu meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya,
"Tahapan-tahapan itu, sebenarnya dari 1.067 kami mau efisienkan menjadi sekitar 250-an (perusahaan), dengan catatan tidak boleh ada lay-off begitu."
HP Inc berencana memangkas hingga 6.000 karyawan secara global hingga 2028 sebagai bagian dari efisiensi dan percepatan adopsi AI.
Pemkab Bekasi memberikan perhatian penuh terhadap proses restrukturisasi yang dilakukan PT Indofarma Tbk dan anak perusahaannya.
Gelombang PHK masih menghantui angkatan kerja di Tanah Air. KSPN mencatat terdapat 126.160 anggotanya terkena gelombang PHK
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mencatat terdapat 126.160 anggotanya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berdasarkan laporan sepanjang 2024 hingga Oktober 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved