Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia menilai pelemahan nilai tukar rupiah banyak dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian global yang masih cukup tinggi. Itu terutama setelah Donald J. Trump kembali menjadi Presiden Amerika Serikat dan kebijakannya yang mengutamakan kepentingan domestik (inward looking).
Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Fitra Jusdiman mengatakan, kebijakan tarif tinggi, arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi agresif (hawkish), dan gejolak politik yang terus memanas mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
"Hal ini membuat US dollar kembali menguat terhadap sebagian besar mata uang lain dan yield UST (US Treassury) kembali meningkat," jelasnya saat dihubungi, Selasa (25/3).
Selain faktor ketidakpastian global itu, kata Fitra, hal lain yang memengaruhi pergerakan rupiah belakangan ini ialah ada kebutuhan valuta asing. Itu terutama dari koprorasi sejalan dengan pembayaran atau repatriasi deviden menjelang libur Lebaran.
Kendati begitu, bank sentral memastikan bakal terus memantau dan berada di pasar untuk melakukan berbagai langkah stabilisasi. Upaya yang bakal ditempuh ialah melalui triple intervention, yakni, spot, domestic non deliverable forward (DNDF), dan surat berharga negara (SBN).
"Itu akan dilakukan secara bold dan terukur untuk memastikan stabilitas nilai tukar dan keseimbangan demand/supply valas, sehingga dapat menjaga market confidence," tutur Fitra.
Lebih lanjut BI juga meyakini fundamen perekonomian dalam negeri masih cukup solid dan baik. Hal itu terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di tengah ketidakapstian dunia.
"Merujuk hasil asesmen BI dalam RDG Maret lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga baik di tengah ketidakpastian yang masih tinggi," pungkas Fitra.
Diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa sore melemah sebesar 44 poin atau 0,27 persen menjadi 16.612 per dolar AS dari sebelumnya 16.568 per dolar AS. (I-2)
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Kurs Rupiah hari ini menguat ke Rp16.759 per dolar AS. Simak analisis pemicu penguatan dari sisi minat obligasi pemerintah dan dampak kebijakan tarif AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Kurs rupiah menguat ke level 16.885 (JISDOR) setelah kesepakatan dagang New Golden Age RI-AS diteken Prabowo dan Trump. Simak analisis lengkapnya di sini.
Harga emas hari ini 19 Februari 2026 bergerak naik tipis di tengah sentimen global. Simak analisis dan prediksi harga emas untuk Jumat 20 Februari 2026.
TANTANGAN global yang ditandai tren proteksionisme dan faktor sentimen domestik menekan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS.
Terjaganya nilai tukar rupiah tak luput dari berbagai upaya Bank Indonesia dalam melakukan stabilisasi nilai tukar.
Mengacu data Bloomberg, Kamis, 19 Desember 2024, rupiah melemah 135 poin atau 0,84 persen menjadi Rp16.233 per USD.
Angka ini membuat rupiah anjlok 0,92% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.098 per dolar AS
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved