Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk melakukan pembenahan dengan meningkatkan layanan dan program menarik di SPBU. Langkah itu dilakukan demi mengoptimalkan layanan bagi para pelanggan.
Salah satu upaya konkretnya adalah terkait penerapan penerimaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikirim dari kilang atau terminal transit. Kepala Shift SPBU Fatmawati Fiqi Prastawa menjelaskan detail proses teknis yang dilakukan untuk memastikan bahan bakar yang diterima pelanggan selalu berkualitas tinggi.
“Ketika truk tangki datang, kami memulai dengan pengecekan dokumen surat jalan untuk memastikan jumlah bahan bakar sesuai dengan yang tertera. Selanjutnya, kami menggunakan alat seperti hidrometer dan termometer untuk mengukur densitas serta suhu bahan bakar,” ujar Fiqi.
Ia mengatakan setiap pengiriman juga diperiksa menggunakan pasta air untuk mendeteksi adanya kandungan air. Jika ditemukan kandungan air atau densitasnya melebihi standar, pihaknya wajib menolak pengiriman tersebut.
"Ini bagian dari SOP kami untuk menjaga kualitas bahan bakar,” jelasnya.
Setelah pengecekan awal, bahan bakar dipindahkan ke Tangki Timbun sebelum didistribusikan melalui dispenser. Setiap dispenser, tuturnya, dicek setiap hari menggunakan bejana ukur 20 liter yang terkalibrasi metrologi untuk memastikan akurasi takaran. Fiqi juga memberikan gambaran teknis mengenai bagaimana Pertamina memastikan kualitas bahan bakarnya.
“Kami memiliki lemari sampel berisi semua jenis produk yang ada di SPBU, seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan lainnya. Ini bertujuan mengedukasi pelanggan tentang perbedaan jenis dan kualitas produk kami,” tandas Fiqi.
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
Pertamina Patra Niaga memasok tambahan tabung LPG 3 kg di luar pasokan normal di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY).
Pertamina memanfaatkan berbagai moda transportasi agar distribusi energi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Menyambut momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai promo spesial melalui MyPertamina.
Pertamina Patra Niaga, menerapkan kebijakan penyesuaian harga berupa diskon rata-rata 10% dari Posting Price avtur di 37 bandara strategis yang dikelola Angkasa Pura.
Kapal membawa 9 unit Truk Tangki LPG (Skid Tank) yang dikirim dari Integrated Terminal Lhokseumauwe, serta tambahan 5 mobil tangki BBM.
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,”
Pembatasan dilakukan agar semua masyarakat bisa mendapatkan BBM. Selain itu, juga untuk menghindari kepanikan dan mencegah spekulan.
Bahlil Lahadalia meminta seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk beroperasi 24 jam.
Cuaca ekstrem yang mengganggu pelayaran memicu keterlambatan pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Sumatra Barat.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved