Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) adalah bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu tipsnya dengan menjauhi sifat FOMO (Fear of Missing Out) dan membangun sifat YONO (You Only Need One).
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam Diskusi Kebangsaan “Kreatif Berkarya, Muda Berjaya: Ekonomi Kreatid ‘New Engine of Growth’".
Ketua FPD DPR RI itu mengapresiasi para pelaku ekraf muda yang memiliki peran sentra dalam membangun ekonomi kreatif nasional, yang lebih kuat dan mandiri, serta tidak sedikit dalam membuka lapangan kerja baru.
“Instrumen pemberdayaan generasi muda merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target pemerintahan Presiden Prabowo ekonomi tumbuh 8%. Sehingga ekonomi kreatif salah satu yang memiliki peran strategis sebagai ‘new engine of growth’,” ujar Ibas, melalui keterangannya, Kamis (6/3).
Ibas kemudian membahas bagaimana pertumbuhan Ekraf di Indonesia yang sudah dikembangkan sejak era cetak biru ekonomi kreatif Presiden SBY. Terus berkembang hingga saat ini berkontribusi pada PDB (produk domestik bruto) yang naik drastis dari 500T menjadi 1400T. Menyerap lapangan kerja hingga kini sebesar 27 jtuta orang.
“Ini menandakan peranan Ekraf sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi bangsa dan Gen Milenial serta Gen Z adalah aktor utamanya. Ekraf Indonesia ternyata juga diminati dunia karena memiliki nilai ekspor hingga 12,36 miliar dollar,” papar Ibas.
Lebih lanjut, Ibas turut mendengar aspirasi dan mendorong agar Ekraf Indonesia dapat selaras dengan 4 Pilar Kebangsaan dan mempertahankan Jati diri serta identitas bangsa.
Menurut Ibas, hal ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau lebih dikenal dengan SDGs. “Ekraf selain bisa menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi 8%, juga dapat meningkatkan devisa, penyerapan tenaga kerja, dan memberikan dampak positif pada keberagaman budaya serta meningkatkan kualitas masyarakat.”
Namun, Ibas menyampaikan beberapa hal yang sering terjadi di Gen Z saat ini. Seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan JOMO (Joy of Missing Out). “Ada istilahnya yaitu FOMO, biasanya Gen Z dan setengah milenial itu ikut fomo-fomoan, cukup latah, ada yang baru dicari, dan akhirnya tidak ada titik fokus yang ditekuni, kalau kita tidak mengikuti tren itu nanti kita malah seperti sekedar jadi JOMO.”
“Tapi sesungguhnya menurut saya, kita semua perlu YONO (You Only Need One), fokus, perlu satu yang terbaik, yang berhasil, jadi kalau sudah bisa memecahkan tantangan, kemudian lakukan, lantas tekuni, Mengapa? Karena kalian bisa menjadi ahlinya. Keseriusan tersebut, dijawab dengan solusi untuk tantangan tantangan yang ada,” kata Ibas.
Ibas pun menanggapi bahwa Indonesia sejatinya memang harus berpihak pada potensi anak bangsa “Kami terus memperjuangkan dan mendorong agar usaha kreatif ini punya platform yang menguntungkan, regulasi yang tepat, dan termasuk kemudahan permodalan investasi dengan catatan usaha kita sudah siap dan mapan hitungannya. Jangan asal Nafsu Meminjam, Kemudian sulit mengembalikan yang jadinya masuk dalam lingkaran Pinjol ilegal,” katanya.
Ibas mengajak pelaku ekraf untuk menjadi bagian dari solusi bukan tantangan, apalagi masalah.
“Jika kita terus berkembang, berinovasi, dan berkarya jangan pernah takut untuk mencoba dan menciptakan sesuatu yang baru. Jaga identitas bangsa, inklusif menggunakan kearifan lokal dalam cita rasa dan karya. Terus berkolaborasi menjadi solusi untuk negeri,” pungkasnya.
(H-3)
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
Karya kreatif perlu dibangun melalui proses nyata, bukan sekadar tugas akademik, agar menghasilkan output relevan bagi masyarakat dan ekosistem daerah.
Melalui kolaborasi ini, Prasetiya Mulya dipercaya untuk memberikan pendampingan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM di 12 desa yang ada di 12 kecamatan terpilih.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved