Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Program Bale Berdaya terbukti berhasil menjadi katalisator pemberdayaan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, melalui penguatan sektor UMKM. Pelaku UMKM dari Kecamatan Sumbawa, Sri Kartina, mengembangkan produk manjareal melalui usaha Sasopo Ate. Dengan menggunakan daun lontar sebagai cetakan dan proses pembuatan yang penuh kesabaran, manjareal tidak hanya menjadi jajanan, tetapi juga simbol kekayaan budaya lokal yang erat kaitannya dengan tradisi makanan kesultanan.
“Setelah mengikuti seluruh pelatihan Bale Berdaya, saya mengetahui proses menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan pencatatan keuangan yang lebih teratur,” ujar Sri Kartina dalam keterangannya, Sabtu (11/1).
Ia mengungkapkan, bagian favorit dari yang dilakukannya adalah saat menyusun jadwal konten dan strategi pemasaran di media sosial, serta mendapatkan praktik langsung untuk presentasi usaha di depan umum.
"Kami berharap ini bisa menjadi bekal untuk membawa cita rasa lokal ini ke meja-meja di seluruh nusantara, menghidupkan kembali memori dan menginspirasi generasi baru untuk melestarikan kekayaan tradisi," imbuhnya.
Saat ini, Sasopo Ate tumbuh menjadi salah satu UMKM unggulan Sumbawa yang membanggakan dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Sebagai informasi, program Bale Berdaya, yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Kumpul, berhasil meningkatkan kapasitas lebih dari 100 UMKM yang tersebar di 7 kecamatan, yaitu Sumbawa, Moyo Hulu, Lenangguar, Lunyuk, Orong Telu, Ropang, dan Lantung melalui pelatihan offline dan online yang mencakup topik kewirausahaan, branding, pembukuan, hingga pemasaran digital dengan lebih dari 40 mentor lokal-nasional.
Selain itu, program Bale Berdaya juga berhasil meningkatkan kapasitas dan memberdayakan 40 pemuda daerah (Residence Buddy) yang mendampingi UMKM secara intensif dan memastikan materi pelatihan tatap muka dapat diterapkan oleh UMKM, menurunkan biaya operasional UMKM hingga 45% dan meningkatkan omzet rata-rata setelah adopsi teknologi baru dan memfasilitasi NIB dan Halal 100% UMKM, serta memperkenalkan lebih banyak pelaku usaha ke akses teknologi dan pemasaran digital.
Memasuki tahun kedua, Bale Berdaya semakin mempertegas komitmennya untuk memperluas dampak program.
"Tujuan utama Bale Berdaya adalah mempersiapkan masyarakat agar bisa mandiri secara ekonomi. Komitmen Bale Berdaya tahun kedua akan membantu membuka peluang akses pasar dan permodalan bagi UMKM. Bersama dengan AMMAN, kami akan terus berupaya mendampingi UMKM Unggulan Sumbawa untuk bertumbuh dan berinovasi mengembangkan produk yang bisa bertahan dan bisnis berkelanjutan," ucap Managing Director KUMPUL, Mega Prawita.
Bale Berdaya, sambungnya, tidak hanya menjadi rumah pemberdayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa tetapi juga inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya lokal melalui produk-produk inovatif.
Dengan sinergi antar pemangku kebijakan dan semangat UMKM untuk maju, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan keberlanjutan dengan selalu melihat kebutuhan UMKM untuk berkembang, salah satunya. (Z-11)
Sejak 2024, lebih dari 100 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan mentoring intensif melalui program Bale Berdaya.
Salah satu yang memanen berkah FORNAS VIII 2025 NTB yaitu sektor UMKM. Pengusaha oleh-oleh turut mendapat berkah dari event tersebut.
Dalam dialog dengan para petambak, Pj Gubernur mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kebutuhan akan teknologi modern, gudang penyimpangan udang.
"Teluk Saleh sangat unik dan langka. Laut biru yang indah dengan kekayaan alamnya adalah aset berharga yang harus dikelola secara maksimal,"
Kisah inspiratif datang dari Tenri Abang, pemilik UMKM Almira Catering yang berasal dari Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved