Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Natal 2024, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan kesiapan Jawa Barat untuk menyambut momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Kesiapan ini terlihat dari terkendalinya pasokan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Provinsi Jawa Barat.
Kondisi ini, antara lain, tergambar dari kecukupan stok dan kesesuaian harga bapok dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA) di Pasar Tagog, Kabupaten Bandung Barat.
“Kami mengecek harga langsung ke pasar pada H-2 Natal. Kami pastikan harga-harga bapok normal dan stabil. Mudah-mudahan, harga-harga yang normal ini membuat saudara-saudara kita!yang mempersiapkan Nataru berjalan dengan baik,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (24/12).
Meski demikian, ia menemukan kenaikan harga cabai. Kenaikan tersebut disebabkan gangguan pasokan karena kondisi cuaca. Untuk mengatasi hal itu, Budi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan segera berkoordinasi langsung dengan produsen.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan produsen, pasokan sudah mulai ada. Hanya distribusinya yang terlambat, mudah-mudahan ini tidak mengganggu karena sebelumnya juga tidak ada masalah,” ujarnya.
Pemerintah, tambah dia, berkomitmen untuk memastikan perayaan Nataru ini bisa dilewati dengan baik di seluruh daerah di Indonesia. Untuk itu, sinergi yang baik terus dijalankan dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan distributor.
Untuk Bandung Barat sendiri, salah satu upayanya adalah memasok MINYAKITA dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke Pasar Tagog. Kedua komoditas ini dijual Rp15.700/liter atau sesuai HET untuk MINYAKITA dan Rp12.500/kg atau sesuai HET untuk beras SPHP.
Pada kunjungan ke Pasar Tagog, harga komoditas yang terpantau sesuai maupun di bawah HET dan HA antara lain, beras medium Rp12.500/kg, daging sapi Rp120.000/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, bawang merah Rp32.000/kg, dan cabai merah keriting Rp50.000/kg.
Sementara itu, beras premium terpantau di Rp15.500/kg, gula pasir Rp18.000/kg, telur ayam ras Rp31.000/kg, cabai rawit merah Rp70.000/kg, dan bawang putih honan Rp40.000/kg. Kemudian, minyak goreng curah Rp17.100/liter, minyak goreng kemasan premium Rp19.500/liter, dan tepung terigu Rp12.000/kg. (S-1)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved