Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Midea Electronics Indonesia mengumumkan rencana pembukaan dua pabrik baru di Indonesia untuk memproduksi kulkas dan mesin cuci.
President Director Midea Electronics Indonesia, Jack Ding mengungkapkan ekspansi bisnis ini menyusul kesuksesan pembukaan pabrik pendingin ruangan atau air conditioner (AC) di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
“Pembukaan dua pabrik ini menegaskan komitmen Midea untuk terus memperkuat pasar elektronik di Indonesia dan menjadi merek elektronik nomor satu di Tanah Air,” ungkapnya, Minggu (15/12).
Jack memaparkan lokasi pabrik yang memproduksi mesin cuci Midea berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Sedangkan lokasi pabrik yang memproduksi kulkas berada di Karawang, Jawa Barat. Kedua pabrik yang rencananya beroperasi pada 2025 ini diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar Indonesia terhadap produk mesin cuci dan kulkas Midea yang cukup tinggi.
Lebih lanjut, Jack berharap kedua pabrik ini bisa membantu dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional dengan penyerapan tenaga kerja lokal di Indonesia. Midea juga berkomitmen dalam memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 25% untuk setiap produknya. Target pemenuhan TKDN ini untuk mendukung program pemerintah yakni Bangga Buatan Indonesia sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Dengan tambahan satu pabrik AC serta dua pabrik baru untuk kulkas dan mesin cuci, Midea pun optimistis mampu memperluas jaringan produksi globalnya, yang saat ini mencakup total 43 pabrik di seluruh dunia.
Dalam acara National Dealer Gathering 2024, Midea juga memperkenalkan rangkaian produk terbaru yang siap diluncurkan pada 2025. Produk ini terdiri atas AC, kulkas berkapasitas besar, vacuum cleaner seri terbaru, hingga pelengkap kebutuhan dapur lainnya.
Sebelumnya, Midea telah mengoperasikan pabrik AC baru di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 51.405 meter persegi, dengan total bangunan 40.000 meter persegi dan mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli 2024. Midea menggelontorkan investasi awal untuk pabrik ini senilai Rp 650 miliar.
Agusdin Lung menyatakan bahwa langkah ekspansi strategis ini dilakukan untuk memperkuat posisi Midea di pasar Indonesia. “Pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga di Indonesia sekaligus mendukung permintaan pasar domestik dan ekspor,” ujarnya.
Pabrik AC Cikarang menargetkan produksi 400.000 unit pada akhir 2024, 800.000 unit pada 2025, dan 1 juta unit pada 2026. Produk utamanya adalah AC split untuk pasar domestik, serta AC window yang ditargetkan untuk ekspor ke Amerika Serikat. (H-2)
Ekspansi Polytron ke industri kendaraan listrik (EV) ternyata jauh lebih rumit dari kalkulasi awal.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dinilai sangat merugikan Indonesia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartsasmita menegaskan bahwa reformasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bakal diawasi secara ketat.
PT Graha Teknomedika (GTM) menandai babak baru bagi industri alat kesehatan nasional dengan meluncurkan produksi ventilator dan anesthesia machine.
Kebutuhan kereta api di Tanah Air terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan jalur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi baru.
Batas minimum tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 25% memberikan karpet merah bagi produk-produk impor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved