Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Timah Tbk memiliki potensi masih sangat besar dan memiliki sentimen investasi yang semakin besar sehingga bisa meningkatkan kepercayaan investor.
Demikian dikatakan Fauzan Luthfi Djamal, analis dari RHB Sekuritas Indonesia saat berkunjung ke fasilitas produksi PT Timah Tbk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beberapa waktu yang lalu.
"TINS bisa menjadi salah satu saham yang bisa dipegang secara long term karena dari potensi bisnis PT Timah Tbk, Indonesia sebagai salah satu eksportir terbesar sangat dikenal dunia. Harapan dari investor mungkin kisruh internal dan pemberitaan negatif harusnya enggak berpengaruh ke operasional PT Timah Tbk," katanya.
Menurutnya, berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2024 PT Timah Tbk menunjukkan trend yang positif dan di kuartal III-2024 juga diperkirakan memiliki kecenderungan yang sama. Ini tentunya akan memberikan nilai tambah bagi investor.
"Kita juga berkesempatan untuk lihat pabrik TSL Ausmelt di Mentok. Itu sudah improve sudah lebih baik dari sebelumnya. Kalau kita lihat dari sisi target price saya sendiri visible di Rp1.800-2.000 per lembar sahamnya," sebutnya.
Apalagi kata dia saat ini harga timah global yang masih cukup baik di antara komoditas lainnya. Suplai timah di pasar global juga tidak terlalu banyak namun permintaan cukup tinggi untuk kebutuhan beberapa industri seperti electronic cell.
Senada dengan Fauzan, analis Binarartha Sekuritas, Eka Rahmawati Rahman menyebutkan, dengan adanya site visit ini mereka bisa mengetahui lebih mendalam tentang proses bisnis PT Timah Tbk.
"Prospek TINS cukup baik karena merupakan perusahaan BUMN satu-satunya yang mengelola komoditas timah dan market share lumayan besar. Ke depan mungkin harga saham akan lebih naik lagi, ekspektasi kita sebenarnya Rp1.400 tapi sudah tercapai. Mungkin di-update lagi dengan rilis keuangan terbaru," ujarnya.
Meski tahun lalu keuangan perusahaan sempat negatif, tahun ini PT Timah Tbk memperbaiki kinerja perusahaan. Namun, kata dia tak dapat memungkiri membaiknya kinerja TINS juga masih tergantung harga timah global.
Dia menjelaskan, biasanya investor akan melihat beberapa indikator sebelum membeli saham seperti laporan keuangan, good governance, bisnis dan sentimen lainnya.
"Kalau dari laporan Q2 Perusahaan sepertinya akan lebih baik lagi. Setelah penanganan kasus ini juga harusnya bisa meningkatkan kepercayaan investor karena dengan isu 15 IUP Perusahaan yang dicabut tentu ini akan berpengaruh ke suplai timah sedangkan permintaan terus meningkat, semoga ini juga bisa menjadi penggerak harga timah ke depannya," jelasnya. (N-2)
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved