Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (9/10) berpotensi naik di tengah pasar mengantisipasi notulen rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Pada awal perdagangan Rabu, rupiah menguat 24 poin atau 0,16 persen menjadi Rp15.631 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.655 per dolar AS.
Baca juga : The Fed Beri Sinyal Pangkas Bunga Acuan, Rupiah Menguat 72 Poin
"Rupiah hari ini diperkirakan menguat dipengaruhi oleh antisipasi rilis notulen rapat The Fed besok (10/10) indeks dolar AS yang stabil, dan rencana pemerintah China menambah stimulus ekonominya,"kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta, Rabu.
Notulen rapat The Fed diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan penurunan suku bunga The Fed yang hati-hati dengan fokus menghindari pelemahan data tenaga kerja dan pengendalian inflasi yang
seimbang.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis survei penjualan eceran hari ini. Rully memprediksi nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp15.575 per dolar AS sampai dengan Rp15.655 per dolar AS. (Ant/H-3)
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.780 per dolar AS. Pasar merespons ketidakpastian suku bunga The Fed dan invasi AS ke Venezuela.
IHSG menutup perdagangan Rabu (7/1) dengan penguatan ke level 8.944. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stimulus Tiongkok menjadi penopang utama indeks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved