Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejak 2020, Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) telah membantu kelompok usaha bersama (Kube) Balanipa melakukan inovasi berupa pengolahan sampah tali bekas kapal menjadi tali berkualitas yang digunakan untuk rumpon. Ketua KUBE Balanipa, Sahabudin, mengatakan pada 2020 lalu pihaknya baru mendapatkan bantuan dari PHSS dalam bentuk uang tunai senilai Rp50 juta.
"Dari 2020, kami dibantu PHSS Rp50 juta awal uang tunai. Kemudian kami belikan material, seng, besi, untuk membesarkan usaha ini," ucap Sahabudin saat ditemui di Rawa Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (2/10).
Setelah mendapatkan pendampingan, kelompok itu mengaku bisnis mereka semakinbaik dam sudah berhasil meningkatkan perekonomian.
Baca juga : Wujud Sustainable Living, Produk Daur Ulang Ramaikan Eco RunFest 2023
Sebagai contoh, salah satu anggota Kube Balanipa saat ini telah berhasil menguliahkan anaknya hingga wisuda. Selain itu, ada juga salah satu anggota yang berhasil membeli kendaraan berupa sepeda motor dari penghasilan pengolahan limbah tali bekas kapal.
"Artinya dengan bekerja di sini, hasil dari sini, membuktikan bahwa ekonomi itu berjalan," ujarnya.
Adapun hasil dari daur ulang tali bekas kapal yang dikelola Kube Balanipa dijual di harga Rp290.000 per roll. Dari penjualan tersebut, kelompok bisa memperoleh omzet sebesar Rp217.500.000 per bulan.
Baca juga : Subsidi Tepat Sasaran Elpiji, Jadi Andalan Nelayan dan Petani
Di kesempatan yang sama, Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah mengatakan, dalam konteks community development, Pertamina berkomitmen untuk melihat potensi-potensi lokal yang kemudian tidak hany bisa berkembang, tapi juga berdaya saing dan berkelanjutan.
"Pak Sahabudin juga sudah mengelolanya dengan juga bisa memberikan konsep kebermanfaatannya tidak hanya ke kelompok, tapi juga lebih luas lagi," terang Elis.
Elis menegaskan, selain Kube Balanipa, manfaat juga dirasakan para nelayan yang menggunakan rumpong untuk kegiatan melaut. Pasalnya, mereka bisa mendapatkan rumpong dengan harga yang jauh lebih murah hasil daur ulang tersebut.
"Nelayan juga mendapat manfaat ketika mendapatkan kualitas produk yang bagus dengan harga yang murah. Artinya, membantu nelayan dalam mengefisienkan aktivitas penangkapan ikan," tandasnya. (Z-11)
Update harga BBM Maret 2026 di SPBU BP dan Pertamina. BP 92, Pertamax, hingga Dexlite mengalami kenaikan. Simak daftar harga lengkapnya di sini.
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, termasuk Yoki Firnandi, Agus Purwono, dan Sani Dinar Saifuddin.
Memaknai perjalanan 19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina menggelar serangkaian kegiatan sosial.
Tim kuasa hukum Muhammad Kerry Adrianto Riza membantah seluruh tuduhan jaksa dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak dan terminal BBM PT OTM.
Dua program tanggung jawab sosial PT Pertamina EP di Jawa Barat meraih predikat Bronze dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026.
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved