Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan, pada Senin (30/9) pagi. Nilai tukar rupiah tercatat turun 5 poin atau 0,03% menjadi Rp15.130 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.125 per dolar AS.
Secara keseluruhan pada perdagangan hari ini, ruiah diperkirakan melemah di tengah kondisi pasar yang menunggu rilis inflasi September 2024 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Dari dalam negeri, BPS akan rilis data inflasi September yang diproyeksikan akan kembali deflasi," kata Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, di Jakarta, Senin.
Baca juga : Rupiah Menguat saat Terjadi Deflasi
Rully memperkirakan pada September 2024 terjadi deflasi sebesar 0,01%.
Selain itu, proyeksi pelemahan rupiah juga dipengaruhi antisipasi rilis data tenaga kerja dan manufaktur Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih lemah.
Ia memproyeksikan rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.100 sampai dengan Rp15.160 per dolar AS. (Ant/Z-11)
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 28 Agustus 2025, dibuka menguat sebesar 8 poin atau 0,05% menjadi Rp16.360 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.368 per dolar AS.
Para ekonom menyamaikan pandangan berbeda mengenai arah kebijakan suku bunga acuan (BI-Rate) periode Agustus 2025.
Nilai tukar rupiah, pada perdagangan Rabu 19 Agustus 2025, dibuka melemah sebesar 57 poin atau 0,35% menjadi Rp16.302 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.245 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah, pada perdagangan Selasa 19 Agustus 2025, dibuka melemah sebesar 32,50 poin atau 0,20% menjadi Rp16.230 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.198 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, menyampaikan pada hari ini, Kamis (14/8), rupiah dibuka menguat tajam sebesar 102 poin ke level Rp16.100 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah, pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2025, dibuka melemah sebesar 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.391 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.390 per dolar AS.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved