Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2024 mengalami surplus US$2,90 miliar. Surplus tersebut didukung oleh sektor nonmigas sebesar US$4,34 miliar.
Meski masih surplus secara bulanan, angka tersebut ternyata masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama atau secara year on year (yoy). Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai hal itu dipengaruhi oleh ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok yang terus mengalahkan penurunan.
"Sangat penting kita mengubah orientasi ekspor kita dari negara Tiongkok ke negara alternatif lain. Mengandalkan para duta besar sebagai marketing produk nonmigas kita. Secara produk pun harusnya juga sudah berubah bukan lagi minyak nabati, tetapi yang bernilai tambah tinggi di bidang teknologi, industri middle-high tech," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (17/9).
Baca juga : Neraca Dagang Surplus 4 Tahun Beruntun
Menurutnya, ketergantungan ekspor Indonesia ke Tiongkok masih sangat tinggi. Secara detail, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok secara tahunan (yoy) turun -0,75%. Secara akumulasi (Januari-Agustus) bahkan turun hingga -7,52%.
"Dengan ekonomi Tiongkok yang sedang turun, Indonesia terkena imbas cukup dalam. Kemudian industri yang kena cukup dalam adalah sektor lemak dan minyak hewani/nabati. Sedangkan dari dahulu ekspor andalan Indonesia ya komoditas tersebut," imbuhnya.
Di sektor migas, ekspor Indonesia memang terus turun. Neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$1,44 miliar dengan komoditas penyumbang defisit yang pertama ialah hasil minyak dan minyak mentah. Defisit neraca perdagangan migas Agustus 2024 tidak sedalam bulan sebelumnya, tetapi masih lebih dalam jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu.
Secara kumulatif hingga Agustus 2024, surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai US$18,85 miliar. Jika dilihat lebih rinci secara kumulatif neraca perdagangan barang nonmigas mengalami surplus sebesar US$32,54. Sementara defisit neraca perdagangan migas mencapai US$13,69 miliar. (Z-2)
Kebijakan pelaksanaan proyek offshore saat ini belum sepenuhnya mendorong penguatan industri nasional.
Keberhasilan pengeboran dan uji produksi awal sumur Gemah-81 milik PetroChina International Jabung dinilai menjadi kontribusi nyata sektor hulu migas.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved