Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan pertumbuhan kredit perbankan masih terjaga positif di tengah fenomena penurunan jumlah kelas menengah dan deflasi yang terjadi selama empat bulan beruntun. Pada Juli 2024, secara bulanan kredit perbankan meningkat sebesar Rp36,21 triliun, atau tumbuh 0,48% month to month (mtm).
Adapun secara tahunan, pertumbuhan penyaluran kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,40% year on year (yoy) menjadi Rp7.514,6 triliun. Kemudian, Mahendra menjelaskan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 10,53% yoy pada Juli 2024 menjadi Rp494,10 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 9,43% yoy.
"Kami simpulkan bahwa terjadinya deflasi dan penurunan jumlah kelas menengah jika dilihat dari angka-angka yang ada dalam sektor jasa keuangan, tidak memperlihatkan dampak yang signifikan," ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK secara daring, Jumat (6/9).
Baca juga : BI Diprediksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan
Dia menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga baik dengan tingkat inflasi inti masih stabil sebesar 1,95% (yoy) pada Juli 2024. Pihaknya berharap sektor jasa keuangan Indonesia masih bergerak positif didukung permodalan yang semakin membaik.
"Sekalipun ada deflasi, namun inflasi inti tercatat tetap 1,95% dari periode yang sama tahun lalu. Kita berharap kinerja dan pertumbuhan di sektor jasa keuangan dapat terus tetap terjaga baik," katanya.
Kendati demikian, OJK etap mewaspadai faktor risiko gejolak global dan potensi dampak rambatannya dengan konsisten melakukan asesmen terhadap perekonomian dan sektor jasa keuangan melalui koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Baca juga : RAPBN 2025: Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Stagnan di 5,2 Persen
Dalam kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyampaikan di tengah penyusutan jumlah kelas menengah, pembiayaan oleh multifnance dan peer to peer lending (P2P) atau pinjaman online, masih melanjutkan pertumbuhan.
Dia menerangkan data pertumbuhan piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) pada Juli 2024 tumbuh sebesar 10,53% yoy menjadi Rp494,10 triliun. Pada industri fintech P2P lending, outstanding pembiayaan pada Juli 2024 meningkat menjadi 23,97% yoy dengan nominal sebesar Rp69,39 triliun.
"Tren pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga memberikan sinyal bahwa industri multifinance dan fintech P2P lending memiliki kemampuan dalam memitigasi risiko penurunan daya beli masyarakat," pungkasnya. (H-2)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved