Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, banyak anggota masyarakat, yang meski sudah bekerja, tetap terperangkap dalam kemiskinan (working poor) karena rendahnya upah dan ketiadaan jaminan sosial yang membuat mereka sulit meningkatkan taraf hidup.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam menilik arah perkembangan ekonomi Indonesia.
Center for Market Education (CME), baru-baru ini, merilis laporan bertajuk "Sebuah Agenda Inovasi Untuk Pemerintah Indonesia" yang di dalamnya juga menyoroti fenomena deindustrialisasi dini yang mengkhawatirkan.
Baca juga : Manufaktur AS Naik untuk Pertama Kali sejak September 2022
Sektor manufaktur, yang sedari dulu menjadi andalan dalam menciptakan lapangan kerja formal, terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB nasional.
Menurut ekonom CME Carmelo Ferlito, penurunan ini menjadi lebih signifikan ketika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, seperti Vietnam, yang terus memperkuat sektor manufaktur mereka sembari menarik lebih banyak investasi asing (FDI).
Tren penurunan ini juga tercermin dalam kontribusi investasi terhadap PDB. Meskipun investasi masih menyumbang 29,33% dari PDB, tren penurunan ini mengindikasikan Indonesia mungkin mulai kehilangan daya tariknya di mata investor.
Baca juga : Ekonomi Vietnam Kuartal Pertama Tumbuh Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
"Padahal, manufaktur dan investasi adalah kunci dalam menciptakan lapangan kerja di sektor formal, yang merupakan kunci untuk memberantas kemiskinan struktural." kata Country Manager Center for Market Education Indonesia (CME-ID) Alfian Banjaransari.
Jika tren deindustrialisasi dan penurunan investasi ini berlanjut, Indonesia berisiko mengalami stagnasi ekonomi jangka panjang, yang pada gilirannya akan menghalangi upaya pemerintah untuk mencapai target pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan.
Padahal, dalam pidato pengantar RAPBN 2025, Presiden Joko Widodo mengemukakan sejumlah target penting terkait pencapaian ekonomi.
Baca juga : Ekonomi AS Diperkirakan tidak Stagflasi, ini Alasan Yellen
Salah satunya adalah target pemerintah tingkat pengangguran menjadi 4,5%-5% dan angka kemiskinan menjadi 7%-8%. Apakah target ini realistis?
Agaknya, masalah mendasar dalam pasar tenaga kerja kita masih belum tersentuh. Betapa tidak, belum lama ini, BPS mengemukakan sekitar 10 juta anggota Generasi Z menganggur atau tanpa kesibukan (dikenal dengan istilah NEET atau not employed, in education and training).
Di sisi lain, sekitar 25 juta penduduk Indonesia masih hidup dalam kemiskinan.
"Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan keduanya tumpang tindih alias memiliki pekerjaan saja tidak menjamin seseorang bisa keluar dari kemiskinan," tutup Alfian. (Z-1)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved