Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin, menyebut bahwa Indonesia sudah sangat siap untuk menjadi pesaing di industri kendaraan listrik. Mulai dari regulasi hingga keseriusan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik merupakan langkah strategis.
"So far sangat siap. Regulasi percepatan BEV (kendaraan listrik berbasis battery) sudah baik dan kondusif, animo masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik cukup tinggi," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (3/7).
Menurutnya, industri kendaraan listrik di Indonesia saat ini sudah mulai bangkit. Dengan didukung potensi sumber daya alam yang menjadi bahan baku pembuatan kendaraan listrik seperti nikel, Indonesia memiliki posisi kuat untuk menarik investor asing.
Baca juga : Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Dorong Industri Kendaraan Listrik
"Industri pabrikan kendaraan listrik sudah bangkit, kemauan investor pengadaan kendaraan listrik juga sudah bangkit. Kemudian, infrastruktur seperti fasilitas charger umum perlahan namun pasti terus bertambah dan fiskal (insentif/potongan pajak) sangat memadai," jelasnya.
Meski demikian, menurut Ahmad masih ada PR untuk percepatan penerapan kendaraan listrik. Pemerintah perlu segera menetapkan standar karbon kendaraan.
Sementara itu, pengamat otomotif Bebin Djuana menyebut peresmian ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang dilakukan Jokowi merupakan sebuah langkah strategis. Pemerintah sangat serius untuk menjadikan Indonesia pemain global di industri kendaraan listrik.
Baca juga : RI Bisa Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik Dunia
"Jika pabrik baterai sudah siap produksi untuk kendaraan listrik di negara kita tentu ini sebuah langkah besar untuk beralihnya dari kendaraan konvensional yang mengkonsumsi minyak bumi, tentu harus disertai produksi mesin-mesin pengisiannya (charging station ), supaya kita tidak bergantung pada negara luar," ucapnya.
"Pemerintah sudah memperlihatkan tekadnya untuk perubahan ini dengan regulasi-regulasi yang memudahkan masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan sambil berhemat dalam konsumsi minyak bumi.
Sudah banyak merk baru yang mau memproduksi kendaraan listrik di negeri kita, hal ini ikut mendorong ekosistem kendaraan listrik," tandasnya. (Van/Z-7)
PLN menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui partisipasi aktif pada ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026).
Pertumbuhan infrastruktur EV tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kolaboratif dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik dinilai sebagai sinyal positif.
PT Ofero Technology Indonesia (Ofero) terus memperkuat posisinya di pasar motor dan sepeda listrik dengan strategi yang menitikberatkan pada kebutuhan mobilitas lokal.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved