Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dinilai perlu memperbaiki reputasi perusahaan kepada publik. Pasalnya, sejak diresmikan berdiri, sudah terlalu banyak isu miring yang menghampiri entitas dari hasil penggabungan tiga bank tersebut.
"Ini kan yang paling berpengaruh ke reputasi mereka, terutama setelah ada penarikan dana dari Muhammadiyah. Reputasi dan citranya ini perlu diperbaiki supaya dampaknya tidak meluas," ujar peneliti makroekonomi dan keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan saat dihubungi, Minggu (9/6).
Tahun lalu, BSI menjadi buah bibir lantaran mengalami serangan siber dan mengakibatkan gangguan layanan lebih kurang dua pekan. Dalam hal ini, kata Abdul, evaluasi pada internal BSI diperlukan dan relevan.
Baca juga : Muhammadiyah Tarik Seluruh Dana dari BSI, Ini Respons Erick Thohir
Saat ini perusahaan kembali menjadi pembicaraa lantaran Muhammadiyah menarik dana yang diperkirakan berkisar Rp13 triliun hingga Rp15 triliun dari BSI. Salah satu isu yang mencuat ialah penarikan dana sejalan dengan inkonsistensi BSI dalam hal pembiayaan. Alih-alih mendanai UMKM, BSI justru lebih banyak mendanai koorporasi besar.
Hal yang demikian, kata Abdul, sedianya berada di luar kendali dari internal BSI. Karenanya, perbaikan reputasi diperlukan untuk mengamankan citra perusahaan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"Memang bisa dibilang bank ini juga bank baru dan masih butuh trust dari masyarakat," pungkasnya. (Z-2)
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengirimkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di 17 kota/kabupaten yang mengalami dampak serius.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Baznas Fundraising Forum: Menjalin Kolaborasi dan Menguatkan Sinergi untuk Kepedulian Sosial.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi pelajar berprestasi melalui program BSI Scholarship.
Mengacu pada data Kementerian Agama, saat ini jumlah waiting list atau daftar tunggu jamaah haji Indonesia mencapai 5,2 juta jamaah.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
KETUA Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulul Abshar Abdalla menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan bermasyarakat. Ia turut menyayangkan soal laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
PENGASUH dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengatakan kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono seharusnya tidak menjadi laporan pidana.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
DESEMBER 2025 seharusnya menjadi bulan penuh refleksi dan harapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved