Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori merespons kondisi musim kemarau yang menghampiri Indonesia dan dampaknya terhadap produksi pangan ke depan.
"Dampaknya (kekeringan) belum bisa dipastikan seberapa besar. Menurut BMKG, Juli sampai akhir tahun masuk La Nina lemah. Nmun La Nina lemah tidak berpengaruh terhadap musim kering," kata Khudori saat dihubungi pada Rabu (5/6).
Khudori menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 19% zona atau wilayah Indonesia sudah memasuki musim kering. Adapun wilayah tersebut meliputi Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Timur dan Barat), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara sejak Juni hingga Oktober berppotensi diguyur hujan dengan intensitas amat rendah kurang dari 50 mm/bulan.
Baca juga : Antisipasi Kemarau, Pemerintah Diminta Prioritaskan Revitalisasi Hulu Irigasi untuk Lahan Sawah
"Masih sulit memperkirakan seberapa besar dampaknya. Ini karena, pertama, situasi iklim/cuaca masih dinamis, karena itu penting untuk terus mencermati update perkiraan dari BMKG," ujar Khudori.
Di sisi lain, Khudori menyebut bahwa pemerintah melalui kementerian teknis harus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan jelang musim kemarau yang datang. Salah satunya yang bisa dilakukan ialah kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola ketersediaan air agar terus tersedia untuk menjaga produktivitas pangan.
"Kalau embung-embung, bendung, waduk yang terisi air dipastikan airnya bisa dialirkan ke sawah tentu ini bermanfaat. Jika jaringan irigasi primer tersambung dengan irigasi sekunder dan tersier yang jadi wewenang daerah juga akan baik karena memastikan air bisa mengalir dari hulu sampai sawah," jelasnya.
Khudori juga mengapresiasi penyediaan program pompanisasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang berjumlah 90 ribu unit untuk membantu pengairan sawah. "Jadi masalah serius jika pompa ada tetapi air yang hendak dipompa tidak ada. Jadi krusial jika embung-embung, bending, dan waduk terisi air tetapi air tak bisa dialirkan ke sawah. Jadi masalah serius bila jaringan irigasi primer tidak diikuti keberadaan jaringan irigasi sekunder dan tersier," tandasnya. (Z-2)
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar terus bertambah. Mulai dari delta sungai, mineral hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Peneliti ungkap Suku Asli Amerika telah menyebarkan kentang liar melintasi wilayah Four Corners sejak 10.000 tahun silam, jauh sebelum era pertanian dimulai.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved