Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI keuangan RI Sri Mulyani mengatakan salah satu yang menjadi perhatian pemerintah Norwegia, adalah bagaimana pelaksanaan Indonesia berkomitmen untuk penggunaan hutan dan lahan, serta penurunan karbon dioksida.
Norwegia pada tahun 2023 lalu, telah memberi Indonesia sebesar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,56 triliun dari karena menurunkan laju deforestasi untuk periode 2017-2018 dan 2018-2019, yang selama ini hanya bisa di debet dengan performance yang sesuai.
"Makanya disebut result based payment," kata Srimul, pada konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (2/6).
Baca juga : Kerja Sama Indonesia Norwegia Jangan Sampai Batal Lagi
Result based payment (RBP) adalah skema pembayaran dari pihak lain yang memiliki kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Perjanjian Paris 2015.
Dalam hal ini sejak 2014 seperti yang disampaikan oleh Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, bahwa Indonesia mampu menurunkan deforestasi dan mampu mencegah berbagai kejadian yang memperburuk kondisi.
"Makanya CO2 reduction yaitu bisa dihitung dan dari perhitungan ini, yaitu sejak 2014 - 2016 ada penurunan CO2 sebanyak 20 juta ton yang kemudian dikompensasi dengan payment melalui REDD+ yang kemudian dikelola oleh Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) atau Indonesia environmental fund," kata Srimul.
Baca juga : Proposal Indonesia Disetujui, Green Climate Fund Siap Beri Dana
BPDLH berada di bawah Kementerian keuangan, dengan pengarahnya ada di Menteri LHK dan berbagai menteri yang lain.
"Lembaga ini sudah dipercaya oleh internasional sebagai institusi yang mampu men_deliver_ secara efisien akuntabel dan transparan dana-dana tersebut berdasarkan result," kata Srimul.
Ini membuat Indonesia makin mampu untuk bisa memanfaatkan sumber-sumber dana dari luar negeri. BPDLH tidak hanya menerima dana Grant dari Norwegia, tetapi juga dari bank dunia dan dari filantropis lain, serta mengelola dana APBN.
Baca juga : Berhasil Turunkan Emisi Karbon, RI Dapat Rp812,86 M
"Jadi ini bukan karena kita meminta dari luar APBN, negara tetap hadir. Ada dana dalam hal ini untuk pencegahan mengenai dana bencana sebesar Rp 7,5 triliun dan sudah dimasukkan di dalam BPDLH, dimana mereka mengelola dana reboisasi," kata Srimul.
Dari konsep Result based payment (RBP), kata Srimul, persepsi dari Norwegia adalah mengenai leadership, tata kelola, dan keyakinan yang muncul dari bagaimana Indonesia mengelola pendanaan berdasarkan hasil.
"Itu menggambarkan it is not about the money but most importantly the reputation of Indonesia, untuk bisa menjaga lingkungan hidup. Karena itu penting untuk rakyat kita dan yang paling penting di dalam penggunaan dana termasuk untuk para masyarakat sekitarnya," kata Srimul. (Z-8)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved