Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FASILITAS pembiayaan perumahan yang diberikan pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) rupanya sudah ada sejak lama misalnya seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun, melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pemerintah akan mewajibkan pada masyarakat menjadi anggota dengan iuran sebesar 3% per-bulan dari upah kerja dengan tujuan membantu MBR punya rumah.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, dari sisi mekanisme pembiayaan produk FLPP dan Tapera relatif sama. Fungsinya yakni memberikan likuiditas ke perbankan untuk menekan suku bunga KPR pada level rendah di bawah pasar.
“Sedangkan perbedaan utamanya adalah, FLPP diperuntukkan untuk MBR sedangkan KPR Tapera diperuntukkan untuk Peserta Tapera MBR,” ungkap Heru dalam konferensi pers bersama di Jakarta, Jumat (31/5).
Baca juga : BP Tapera Genjot Penyaluran FLPP 2023
Heru menyampaikan, dari sisi sumber dana, program FLPP berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN. Sedangkan dana Tapera berasal dari Dana Simpanan Peserta.
“Ke depan kedua program ini dapat disinergikan dengan joint financing dalam rangka Single Housing Program. Kedepan, BP Tapera juga akan mengupayakan alternatif sumber dana lain seperti dana wakaf, dana filantropi, dan CSR dan dana lainnya,” ungkap Heru.
Selain itu, kata dia, dari sisi fitur suku bunganya sama. Untuk jangka waktu KPR Tapera jangka waktu 30 tahun untuk rumah tapak, 35 tahun untuk rumah susun atau Rusun, KPR FLPP 20 tahun untuk rumah Tapak dan Rusun.
Baca juga : Gema Tapera Digelar 3 Hari di Kantor Kemenag
Adapun, uang muka untuk KPR Tapera 0%, KPR FLPP 1%. Sedangkan, FLPP mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), KPR Tapera saat ini tidak mendapatkan.
| Penerima manfaat |
|
| Sumber dana |
|
| Fitur | Suku bunga sama |
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko pihaknya meminta masyarakat memberikan kesempatan pada pemerintah untuk bekerja memikirkan cara yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat. Ke depan pemerintah akan menggencarkan komunikasi dan dialog dengan masyarakat dan dunia usaha.
“Masih ada waktu untuk batas waktu pemberlakuan bagi pekerja swasta sampai tahun 2027. Selain itu, juga membangun sistem pengawasan pengelolaan keuangan untuk menjamin dana dikelola dengan baik, akuntabel dan transparan,” jelas dia. (Z-10)
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan skema baru pembiayaan perumahan melalui konsep Contractual Saving for Housing (CSH)
BP Tapera memastikan akan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materi Undang-Undang No. 4 Tahun 2016 tentang Tapera
BP Tapera menegaskan akan menyiapkan langkah penyesuaian pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan uji materi Undang-Undang No. 4 Tahun 2016 tentang Tapera
BP Tapera menegaskan akan menyiapkan langkah penyesuaian pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan uji materi Undang-Undang No. 4 Tahun 2016 tentang Tapera
Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) merupakan lembaga yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dana Tapera.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti membahas rencana pembangunan rumah untuk guru. Mendikdasmen menyoroti rencana pembangunan rumah untuk guru agar dapat memberikan semangat dalam mengajar
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved