Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) dan Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan pengisian tabung elpiji. Hal itu dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi usai dilakukan pemeriksaan di SPBE.
"Tahap pertama ini kita ingin agar tertib, sehingga tidak merugikan konsumen dan masyarakat banyak. Kemarin sudah bensin, hari ini gas. Terima kasih kepada Pertamina," ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Selasa (28/5).
Zulhas berharap Pertamina terus melakukan peningkatan pengawasan. Selain itu juga para Bupati karena pada distribusi elpiji 3 kg ini diberikan kewenangannya kepada Bupati dan Pemerintah Daerah. "Tapi kalau tidak jalan kita akan turun. Oleh karena itu kami akan cek hampir seluruh Provinsi di Indonesia yang ada SPBE,” kata Zulkifli.
Baca juga : Kemendag Ancam Tindak Pidana SPBE yang Kurangi Volume Gas Elpiji 3 Kg
Dia mengatakan bahwa dari temuan Kemendag, ada kekurangan pada beberapa tabung dalam pengisian elpiji di SPBE. Ia menyebut, ada residu atau sisa gas di dalam tabung yang mempengaruhi jumlah pengisian ke tabung.
Zulhas menyebut, sejumlah SPBE juga sudah diberikan sanksi administrasi oleh Pertamina Patra Niaga. Dengan demikian, diharapkan keterisian tabung elpiji sesuai.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kemendag dan pemerintah daerah untuk mengawasi SPBE dalam pengisian tabung elpiji.
Baca juga : Dugaan Pengurangan Volume Elpiji, Pemerintah Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi
“Kami dari Pertamina Patra Niaga selaku Subholding yang ditugaskan untuk melakukan pendistribusian dan pengawasan, kami akan terus bekerja sama dengan Kemendag dan juga pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan-pengawasan,” kata Riva.
Riva melanjutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait. Sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk penyediaan elpiji ke masyarakat.
“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk dapat memberikan solusi yang terbaik bagi pelayanan ke masyarakat,” ujarnya. (Van/Z-7)
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
Pertamina Patra Niaga memasok tambahan tabung LPG 3 kg di luar pasokan normal di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY).
Pertamina memanfaatkan berbagai moda transportasi agar distribusi energi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Menyambut momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai promo spesial melalui MyPertamina.
Pertamina Patra Niaga, menerapkan kebijakan penyesuaian harga berupa diskon rata-rata 10% dari Posting Price avtur di 37 bandara strategis yang dikelola Angkasa Pura.
Kapal membawa 9 unit Truk Tangki LPG (Skid Tank) yang dikirim dari Integrated Terminal Lhokseumauwe, serta tambahan 5 mobil tangki BBM.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menambah kuota elpiji bersubsidi tiga kilogram sekitar 370.000 metrik ton.
Ketiga korban yang meninggal adalah ayah dan dua anak balitanya, sedangkan sang ibu masih dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan itensif di rumah sakit.
Sofyano juga mendorong agar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak hanya berperan sebagai juru bayar dalam program subsidi, tetapi turut aktif terlibat dalam kebijakan dan pengawasan.
PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Aceh, menyatakan kebutuhan gas elpiji subsidi 3 kilogram untuk wilayah terluar kecamatan Pulau Aceh itu mencukupi.
PT Pertamina terus memperluas jangkauan distribusi BBM dan LPG di Tanah Air. Hingga 2025, titik distribusi BBM telah mencapai 15.345 titik dan pangkalan LPG sebanyak 269.096 titik di 38 provinsi.
Dengan sistem baru di tahun depan, pembelian LPG akan tercatat berdasarkan domisili dan status penerima, sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved