Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Pertamina Tambah Pasokan LPG 426.000 Tabung Selama Ramadan Hingga Lebaran

Lina Herlina
19/2/2026 22:24
Pertamina Tambah Pasokan LPG 426.000 Tabung Selama Ramadan Hingga Lebaran
Ilustrasi(MI/Lina Herlina)

SELAMA Ramadan 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan gas elpiji bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Perusahaan energi pelat merah ini menyiapkan tambahan pasokan hingga 426 ribu tabung atau naik 5,4% dari rata-rata penyaluran bulanan.

Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga perayaan Idulfitri mendatang.

"Penambahan pasokan sudah direncanakan mulai 14 Februari hingga penghujung bulan ini. Setidaknya ada tambahan sekitar 426 ribu tabung, atau naik 5,4% dari rata-rata bulanan," ungkap Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga, Wahyu Purwatmo.

Ia menegaskan bahwa stok elpiji di seluruh depot dan fasilitas penyimpanan dalam kondisi sangat aman. Ia menyebut ketahanan stok di depot utama seperti Bosowa dan Integrated Terminal (IT) Makassar mencapai lebih dari 10 hari ke depan.

"Ketersediaan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri ini dalam kondisi aman. Di depot, ketahanan stoknya lebih dari 10 hari. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir atau panic buying," tegasnya.

Tidak hanya di tingkat depot, pasokan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) juga dipastikan mencukupi. Pertamina memastikan distribusi harian berjalan lancar melalui armada mobil skid tank guna menjaga stabilitas pasokan di tingkat pengecer dan pangkalan.

"Di SPBE, stok lebih dari satu hari dan setiap hari ada pengiriman melalui mobil tangki elpiji. Distribusi tetap berjalan normal," lanjut Wahyu.

Kendati demikian, Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Tabung melon ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, bukan untuk industri atau bisnis komersial.

Wahyu menjelaskan, berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) tahun 2022, terdapat delapan sektor usaha yang dilarang menggunakan elpiji subsidi. Di antaranya adalah hotel, restoran, usaha laundry, jasa las, hingga peternakan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan elpiji 3 kg sesuai peruntukannya. Jangan sampai tabung bersubsidi yang seharusnya untuk warga kurang mampu malah digunakan oleh pelaku usaha yang tidak berhak," pesannya.

Dengan tambahan pasokan dan imbauan ini, Pertamina berharap kebutuhanelpiji masyarakat Sulsel selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan lancar dan tepat sasaran. (LN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya