Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

DPR Minta Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran

Naufal Zuhdi
13/2/2026 19:16
DPR Minta Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran
Anggota Fraksi Partai Golkar Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah(Istimewa)

MENJELANG Ramadan dan Idulfitri 2026, ketersediaan BBM dan elpiji kembali menjadi perhatian publik. Lonjakan konsumsi elpiji nasional pada periode Ramadan yang diperkirakan meningkat sekitar 15–20 akibat kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa berpotensi menimbulkan tekanan distribusi. Jika tidak diantisipasi secara matang, kondisi ini dapat berdampak pada stabilitas harga serta memicu keresahan masyarakat.

Anggota Fraksi Partai Golkar Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah menegaskan bahwa Pertamina harus memastikan distribusi energi berjalan lancar tanpa hambatan selama periode puasa hingga pascamudik. Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas dan peningkatan mobilitas masyarakat kerap menjadi faktor penghambat distribusi ke SPBU maupun agen elpiji. 

“Momentum Ramadan dan Lebaran adalah periode krusial. Negara tidak boleh lengah dalam memastikan kebutuhan dasar energi masyarakat terpenuhi tanpa kelangkaan. Jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat,” paparnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (13/2).

Ia mendorong agar Pertamina memperkuat langkah mitigasi dengan memastikan buffer stock minimal 25 di depot strategis seperti Cilacap dan Semarang, serta menyiapkan tambahan armada distribusi hingga 15% guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan potensi hambatan logistik. Sarifah juga meminta pengawasan distribusi diperketat di wilayah perkotaan dengan konsumsi tinggi untuk mencegah penumpukan atau keterlambatan pasokan di tingkat agen dan pangkalan.

Lebih lanjut, Sarifah Suraidah menilai ketersediaan BBM dan LPG bukan hanya soal pasokan, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menjaga inflasi pangan dan daya beli masyarakat menjelang Idulfitri. 

“Distribusi energi yang terganggu dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi dan harga kebutuhan pokok, sehingga perlu sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat pengawas agar sistem berjalan optimal,” jelasnya.

Sarifah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesiapan energi nasional selama Ramadan dan Lebaran 2026. 

“Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan BBM atau elpiji. Pertamina harus hadir dengan sistem distribusi yang sigap, terukur, dan transparan,” pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya