Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menyatakan bahwa dirinya belum melihat dampak dari insiden tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi ke harga minyak dunia.
"Karena beda dengan kasus dimana Iran terlibat perang. Karena kalau Iran terlibat perang memang bisa mengatrol harga minyak dunia karena muncul keresahan terkait dengan supply minyak. Tapi kalau kasus ini saya rasa dari ketika seorang presiden tewas dan juga sesuai dengan konstitusi negara Iran, ini akan segera digantikan oleh wakil presidennya," kata Faisal saat dihubungi pada Selasa (21/5).
Dengan digantinya pucuk pimpinan negara itu, sambung dia, diharapkan bisa mengurangi keresahan masyarakat termasuk dalam hal pengambilan keputusan terkait perekonomian.
Baca juga : Kematian Presiden Raisi tidak Berdampak Signifikan di Iran
"Kalau buat efek globalnya ke harga minyak ya kita lihat efeknya terhadap ekonomi dan dalam hal suplai minyak. Suplai minyak saya lihat berjalan biasa. Tidak ada disrupsi atas tewasnya presiden Iran ini sehingga dampak terhadap harga minyak masih relatif minimum," terang Faisal.
Akan tetapi, dia melihat bahwa akan ada sedikit guncangan terkait dengan perekonomian Iran pascainsiden tewasnya presiden Iran.
"Karena ada beberapa pimpinan Iran bukan hanya presiden, menteri luar negeri yang tewas disitu sedikit mengganggu dalam hal pengambilan keputusan dalam jangka pendek. Termasuk nanti bagaimana pengganti daripada para pemimpin yang tewas kalau tidak diatur dengan baik bisa merambah kepada perekonomian Iran. Untuk sampai menjalar efeknya ke negara-negara lain saya rasa itu masih relatif kecil," pungkas Faisal. (Z-6)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Tantangan yang dihadapi kedua negara, Indonesia dan Iran, ialah tidak saling mengenal atau kurangnya pengenalan antarkedua negara.
MASOUD Pezeshkian, mantan dokter bedah jantung berdarah Azerbaijan, terpilih menjadi presiden Iran menggantikan Ebrahim Raisi yang tewas karena kecelakaan helikopter.
MASOUD Pezeshkian seorang politisi dan ahli bedah, baru saja terpilih sebagai Presiden Iran. Dikenal luas di Iran, Pezeshkian membawa pengalaman luas dalam bidang medis dan politik
Pezeshkian, kandidat presiden Iran dari kubu reformis, memenangi putaran kedua pemilu presiden Iran mengalahkan pesaingnya dari kubu garis keras konservatif Saeed Jalili.
Pemerintah Iran telah menyetujui enam kandidat, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bertarung dalam pemilihan presiden pascakematian Presiden Ebrahim Raisi.
Belum ada tanda-tanda perang Hamas-Israel yang telah mencapai bulan kedelapan di mana Iran memainkan peran besar akan segera berakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved