Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank CIMB Niaga Tbk berkolaborasi dengan PT Principal Asset Management (Principal Indonesia) meluncurkan Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Syariah (USD). Itu ditujukan untuk memperkaya pilihan variasi produk investasi nasabah, khususnya reksa dana saham berdenominasi dolar AS.
Produk reksa dana saham syariah berdenominasi dolar AS itu sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia dan berfokus pada investasi di kawasan ASEAN, kecuali Filipina.
Head of Preferred, Wealth and Insurance Business CIMB Niaga Ariteguh Arief mengatakan, produk tersebut bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan modal dalam jangka menengah hingga panjang melalui investasi pada Efek bersifat ekuitas, yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal dalam mata uang dolar AS.
Baca juga : Reksa Dana Saham Syariah Berdenominasi Dolar AS Pertama di Indonesia yang Berfokus di ASEAN
"CIMB Niaga berkomitmen untuk berfokus pada nasabah melalui penyediaan layanan perbankan yang optimal (one stop financial solution) serta menjadi Bank penyedia produk investasi lengkap (Most Complete)," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (10/5).
"Terbaru, kami bermitra dengan Principal Indonesia menghadirkan produk Reksa Dana Saham Syariah USD dengan fokus pada investasi di kawasan ASEAN, yang diharapkan dapat melengkapi dan mengoptimalkan diversifikasi pilihan investasi nasabah. Kami berharap kemitraan ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi nasabah kami di seluruh Indonesia," sambung Arief.
Dia menambahkan, kehadiran produk anyar itu relevan dengan posisi ASEAN yang semakin signifikan dalam kancah investasi dunia. Pasalnya, wilayah ASEAN merupakan kawasan ekonomi terbesar kelima di dunia secara kolektif dengan kombinasi Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari US$3 triliun dan diproyeksikan menjadi wilayah dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.
Baca juga : Dukung Komitmen ASEAN sebagai Epicentrum of Growth
Selain itu, ASEAN juga memiliki populasi lebih dari 650 juta penduduk dan berhasil dalam mendulang kinerja perekonomian yang positif selama satu dekade terakhir yaitu rata-rata pertumbuhan di angka 4%-5%.
Di samping itu, ASEAN juga memiliki banyak faktor yang dapat menjadi pertimbangan para investor, antara lain memiliki peran sebagai sentra manufaktur alternatif dari Tiongkok yang sangat berkembang, dengan kekayaan alam berlimpah dan potensi wisata yang tinggi.
Faktor tersebut juga didukung potensi pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sejalan dengan rencana Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 (MPAC). Hal ini menjadikan ASEAN sebagai destinasi investasi yang menarik dan mendorong CIMB Niaga dan Principal Indonesia untuk menghadirkan produk investasi pilihan untuk nasabah, yaitu Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Syariah (USD).
Baca juga : Melirik Peluang Investasi Reksa Dana di Tengah Sentimen Global yang Negatif
Presiden Direktur Principal Indonesia Naresh Krishnan menyampaikan, produk yang dikelola oleh Principal Indonesia tersebut merupakan bagian dari Principal Financial Group (PFG). PFG merupakan anggota dari FORTUNE 500 dan layanan keuangan global yang terdaftar di Nasdaq dengan CIMB Group Holdings Berhad, salah satu grup perbankan dunia yang terkemuka di Asia Tenggara.
Adapun produk tersebut memiliki imbal hasil yang optimal dan ditujukan untuk nasabah dengan profil risiko agresif. Nasabah dapat dengan mudah melakukan pembelian produk ini melalui cabang CIMB Niaga, aplikasi digital banking OCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks.
"CIMB Niaga telah menjadi partner kami selama 15 tahun terakhir, dan CIMB Group Holdings Berhad merupakan partner regional Principal Indonesia," kata Krishnan.
"Dengan reputasi sebagai grup perbankan terdepan di Asia Tenggara dan penyedia solusi wealth management terdepan di Indonesia, kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan CIMB Niaga untuk mendistribusikan produk reksa dana offshore utama kami, yakni Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Syariah (USD)," pungkasnya. (Z-6)
PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin) membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga keuangan seperti BPR, BPRS, koperasi, serta lembaga keuangan lain.
Soft launching dan groundbreaking Grand Tamrin City memberi sinyal baru terkait persaingan harga dan model pembiayaan di pasar properti Makassar, Sulawesi Selatan.
Wakaf bermakna, hak pribadi dipindah menjadi kepemilikan secara umum atau lembaga agar manfaatnya mampu dinikmati masyarakat.
MUI menetapkan fatwa program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sesuai prinsip syariah dan bisa dibiayai dengan dana zakat, infak, serta sedekah.
Sejak awal bekerja sama sampai dengan saat ini, Askrindo Syariah telah mencatat total nilai kafalah untuk produk KBG dari KB Bank Syariah sebesar Rp1,7 triliun.
PNM terus mendorong pertumbuhan keuangan syariah.
Nilai tukar rupiah hari ini 14 Januari 2026 dibuka melemah ke level Rp16.875 per dolar AS. Simak data kurs JISDOR dan analisis penyebabnya di sini.
Nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah.
Dia menambahkan bahwa semua opsi terbuka, termasuk penggunaan kekuatan militer, untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi menekankan 'opsi pertama Trump selalu diplomasi.'
Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis 8 Januari 2026, dibuka melemah di level Rp16.792 per dolar AS. Simak kurs dolar di BCA, Mandiri, dan BNI serta analisis pasar terkini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Rabu 7 Januari 2026 dibuka melemah ke level Rp16.778. Tekanan geopolitik dan sinyal hawkish The Fed jadi pemicu.
Meskipun Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur ISM AS mengalami kontraksi, data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved