Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin) membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga keuangan seperti BPR, BPRS, koperasi, serta lembaga keuangan lain. Kolaborasi itu dimaksudkan untuk menghadirkan Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas berbasis teknologi digital yang aman, likuid, dan siap implementasi melalui integrasi API dan opsi white-labelling.
Direktur Utama PT Syariah Koin Indonesia, Titiez Arga, menegaskan kolaborasi tersebut bertujuan membantu lembaga keuangan meningkatkan variasi produk, memperkuat basis nasabah, menumbuhkan pendapatan free based income, dan memperluas penetrasi inkluasi keuangan secara syariah.
“Kami percaya masa depan keuangan syariah dibangun melalui kolaborasi, bukan kompetisi. ShariaCoin siap menjadi mitra strategis BPR, BPRS, koperasi, maupun lembaga berizin uang elektronik, dan jaringan Laku Pandai untuk menghadirkan produk emas digital yang aman, tersertifikasi, dan mudah diakses,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (27/11).
Saat ini, minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen proteksi kekayaan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan transaksi platform ShariaCoin. Sepanjang Januari-November 2025, total transaksi Tabungan Emas di platform tersebut telah mencapai sekitar 15 kilogram emas. Dalam tiga bulan terakhir, kinerja emas digital juga menunjukkan hasil yang sangat positif dengan kenaikan 24,68%. Jika dilihat dalam enam bulan, return mencapai 34,67%, dan dalam satu tahun penuh meningkat hingga 72,70%. Angka-angka ini menegaskan bahwa emas digital menawarkan tren pertumbuhan yang kuat dan menjanjikan, terutama untuk investasi jangka menengah.
Selain itu, pencapaian ini juga mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap layanan emas digital syariah, sekaligus menunjukkan besarnya potensi pasar bagi lembaga keuangan yang ingin menambah variasi produk.
“Kinerja transaksi yang terus tumbuh membuktikan bahwa produk emas digital syariah bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata dan semakin diminati masyarakat luas,” kata Arga.
Dalam skema kolaborasi, ShariaCoin menyediakan pasokan dan infrastruktur digital untuk Tabungan Emas serta Cicil Emas melalui rantai pasok resmi yang tersertifikasi. Sementara pada layanan Gadai Emas, lembaga keuangan dapat memanfaatkan fasilitas dana pembiayaan dari ShariaCoin untuk pembiayaan gadai maupun modal usaha.
Seluruh transaksi mengikuti fatwa MUI nomor 26 dan 77, diawasi Dewan Pengawas Syariah, dan emas disimpan pada lembaga penyimpanan berizin negara.
ShariaCoin juga menawarkan fleksibilitas model bisnis untuk mitra, mulai dari fee-based income, revenue sharing, hingga penggunaan white-labelling yang memungkinkan lembaga memakai brand internal. Dengan demikian, lembaga dapat memperluas lini produk tanpa harus berinvestasi besar di infrastruktur teknologi maupun operasional.
Titiez memaparkan lembaga keuangan memiliki potensi pendapatan yang semakin besar seiring meningkatnya aktivitas nasabah. Dengan 1.000 nasabah aktif saja, pendapatan bisa datang dari pendapatan transaksi harian tabungan emas, margin pembiayaan Cicil Emas, hingga biaya layanan dan penyimpanan pada Gadai Emas.
“Produk berbasis emas mampu menciptakan engagement yang tinggi dan loyalitas nasabah, sekaligus menghasilkan pendapatan berkelanjutan,” jelasnya.
Keunggulan integrasi yang ditawarkan ShariaCoin menjadi nilai tambah bagi mitra, terutama dengan adanya API yang siap terhubung langsung ke core banking. Fitur ini menjadikan platform ShariaCoin sangat relevan bagi BPR/BPRS, koperasi, e-money, hingga jaringan Laku Pandai yang membutuhkan solusi cepat dan efisien. Selain itu, seluruh aset emas yang ditransaksikan telah tersertifikasi, bersifat likuid, dan dapat ditarik secara fisik, memberikan jaminan keamanan bagi nasabah.
Ditambah dengan legalitas perusahaan yang lengkap serta kepatuhan penuh terhadap prinsip syariah, produk-produk ini menjadi pilihan yang aman untuk diadopsi oleh lembaga keuangan dari berbagai skala. Keunggulan lainnya, lembaga mitra dapat menikmati peningkatan fee-based income sekaligus mempercepat akuisisi nasabah baru melalui produk emas digital yang semakin diminati masyarakat.
“Kolaborasi ini membawa solusi nyata untuk meningkatkan pendapatan lembaga keuangan secara aman dan termitigasi risiko, sembari memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan syariah berbasis emas,” pungkas Arga. (E-3)
PT Pegadaian mencatat kinerja gemilang di lini bisnis emas sepanjang 2025. Hingga 31 Oktober 2025 total ekosistem emas yang dikelola Pegadaian mencapai 129 ton.
Sebanyak 177 lembaga keuangan meraih penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2025 yang digelar The Finance member of Infobank Media Group di Hotel Indonesia Kempinski
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan AXA Mandiri dalam menyalurkan dana surplus underwriting melalui Baznas.
Materi Lembaga Keuangan di Pelajaran Ekonomi. Pelajari seluk-beluk lembaga keuangan: bank, asuransi, dan lainnya. Kuasai peran vitalnya dalam ekonomi, investasi, dan stabilitas finansial.
Alasan masyarakat memilih pinjol bisa jadi memang karena semakin tergerusnya daya beli akibat pertumbuhan upah yang lebih rendah dibandingkan inflasi
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus menunjukkan potensi besar sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved