Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pasar uang Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar akan mempertimbangkan data-data ekonomi yang dirilis pekan ini. Data inflasi Konsumen AS pada Maret dirilis lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
"Ini langsung memicu penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mayoritas nilai tukar seperti Euro, Poundsterling, Yen Jepang, dan lainnya," kata Ariston, Jumat (12/4).
Indeks dolar AS saat ini bergerak di kisaran 105,3, naik sebelum data inflasi dirilis yang di sekitar 104. Data inflasi AS yang masih tinggi ini menurunkan ekspektasi pasar bahwa pemangkasan suku bunga Fed Fund Rate akan dilakukan dalam waktu dekat yaitu di Juni nanti.
Baca juga : Rupiah Menguat setelah BI Tahan Suku Bunga Acuan
"Kebijakan pemangkasan yang terus ditunda akan mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah," kata Ariston.
Rupiah akan terus di bawah tekanan dolar AS. Beban ini diperparah oleh ketegangan geopolitik yang masih meninggi di kawasan Timur Tengah dan Ukraina-Rusia.
"Dolar AS sebagai salah satu aset aman menjadi buruan pelaku pasar untuk mengamankan aset," kata Ariston.
Data ekonomi Tiongkok tentu juga akan berpengaruh ke Rupiah karena Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua dunia dan partner dagang besar Indonesia.
"Bila data menunjukan pelambatan ekonomi, ini tentu akan mengurangi minat pasar terhadap aset berisiko termasuk rupiah," kata Ariston. (Z-6)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipicu oleh spekulasi pasar mengenai potensi terganggunya independensi Bank Indonesia.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS lebih tepat dibaca sebagai refleksi tekanan sentimen pasar global ketimbang cerminan pelemahan fundamental ekonomi domestik.
Kurs rupiah hari ini Kamis 15 Januari 2026 menguat tipis terhadap dolar AS. Simak rincian data kurs BI, sentimen The Fed, dan dampak geopolitik global.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat (AS) akibat tekanan di pasar keuangan dunia seiring memanasnya tensi geopolitik.
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi.
Rupiah ditutup melemah ke Rp16.798 per dolar AS pada Kamis (8/1). Penguatan ekonomi AS menekan mata uang Garuda. Simak rincian kurs JISDOR di sini.
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
PT Dupoin Futures Indonesia secara resmi terdaftar sebagai Pelaku Derivatif Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) di bawah pengawasan Bank Indonesia.
OKX, salah satu exchange crypto dan Standard Chartered meluncurkan program uji coba yang memungkinkan klien institusi untuk menggunakan mata uang kripto dan dana pasar uang sebagai agunan
KISI menggunakan pendekatan yang memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas imbal hasil, dengan return satu tahun mencapai 5,62% dan pertumbuhan AUM lebih dari 60%.
Berbagai upaya secara strategis dan terintegrasi terus dilakukan untuk dapat meningkatkan peran SPPA dalam memudahkan para pelaku pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved