Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia di sepanjang Februari 2024 mencapai US$19,31 miliar. Angka tersebut turun 5,79% dibandingkan capaian bulan sebelumnya. Adapun, secara tahunan, kinerja ekspor kali ini merosot hingga 9,45%.
"Kontraksi ini didorong oleh penurunan ekspor nonmigas terutama pada lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, dan besi baja," ujar pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui konferensi pers pada Jumat (15/3).
Dari sisi nonmigas, penurunan terbesar terjadi pada sektor besi dan baja. Penjualan komoditas itu anjlok hingga 3,26%.
Baca juga : Ini Penyebab Nilai Ekspor Januari Merosot
Selain itu, ekpsor lemak dan minyak hewani serta nabati juga mengalami penurunan sebesar 2,60%. Penjualan logam mulia dan perhiasan permata juga terkontraksi 0,60%.
Sementara itu, dari sisi migas, penurunan terjadi pada ekspor gas dengan andil sebesar 1,58%.
Secara rinci, ekspor migas pada Februari 2024 tercatat US$1,22 miliar atau turun 12,93%. Adapun, nilai ekspor nonmigas turun 5,27% dengan nilai ekspor US$18,09 miliar. (Z-11)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved