Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS kebijakan pangan Syaiful Bahari meramalkan harga beras premium masih tetap mahal selama Ramadan tahun ini dari Maret hingga April 2024. Hal ini disebabkan belum meratanya musim panen. Puncak panen diperkirakan April sampai Mei.
Mengutip data panel Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium sebesar Rp16.480 per kilogram (kg) per Selasa (12/3). Data lain yakni dari Informasi Pangan Jakarta, harga beras premium tertinggi dijual di pasar Mayestik dengan Rp18.000 per kg.
"Sampai April pun masyarakat akan menghadapi harga beras yang tinggi," ungkap Syaiful saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (12/3).
Baca juga : Ramadan, Harga Bahan Pokok Masih Tinggi di Pasar Gedhe Klaten
Soal panen kali ini, lanjut Syaiful, banyak dikeluhkan penggilingan beras karena rendemen gabah di sejumlah wilayah turun. Produksi beras di panen raya dikatakan belum bisa dipastikan, mengingat curah hujan cukup tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa daerah di Jawa.
"Artinya, pemerintah juga harus berhati-hati dalam menghitung luas panen dengan produksi beras, yang dalam kondisi seperti ini tidak otomatis rendemennya sama seperti kondisi normal," ujarnya.
Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar) itu menegaskan dengan melihat fakta tersebut, harga beras akan sulit kembali turun seperti semula karena produksi beras dalam negeri masih defisit dibandingkan jumlah konsumsi masyarakat. Pemerintah mau tidak mau masih menggunakan instrumen impor untuk pengendalian harga beras.
Baca juga : Pemerintah Naikkan Harga Eceran Tertinggi Beras Premium
"Apalagi, impor beras yang direncanakan pemerintah tidak datang sekaligus," tambahnya.
Syaiful menegaskan bila pemerintah gagal melakukan peningkatan produksi dalam negeri dan keterbatasan impor karena ruang fiskal semakin menyempit, maka bisa jadi harga beras melambung tinggi tembus di atas Rp20.000 per kg.
"Kalaupun terjadi panen raya nanti di bulan April-Mei, tanpa intervensi pemerintah melalui beras impor, maka harga beras sulit turun," tegasnya.
Baca juga : Panen Raya tidak akan Turunkan Harga Beras secara Signifikan
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan lambannya penurunan harga beras lantaran dibutuhkan waktu untuk memproses gabah kering panen (GKP) menjadi gabah kering giling untuk menghasilkan beras.
Kemudian, harga beras yang semakin mahal disebabkan kenaikan harga GKP. Beberapa pelaku usaha penggilingan padi mengeluhkan stok GKP yang tidak mencukupi kebutuhan operasional, sehingga pabrik tidak bisa beroperasi secara optimal.
"Jika harga GKP sudah mulai turun, maka akan diikuti dengan harga beras yang akan terkoreksi," imbuhnya.
Arief menambahkan untuk menjamin stok beras, kegiatan operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga dipastikan berjalan lancar dengan menyalurkan ke pasar rakyat dan ritel modern.
"Insya Allah harga dan stok beras sangat terjaga saat puasa dan Lebaran ini," pungkas Arief. (Z-6)
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan keberlanjutan program intervensi perberasan pada tahun 2026.
Angin segar bagi ibu rumah tangga, harga cabai rawit merah dan bawang merah kompak turun drastis per 6 Januari 2026. Simak rincian harga sembako terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved