Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FOUNDER & Advisor ReforMiner Institute (Research Institute for Mining and Energy Economics) Pri Agung Rakhmanto mengatakan pemanfaatan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang saat ini belum optimal masih perlu dievalasi secara menyeluruh.
"Memang sangat perlu dievaluasi secara menyeluruh biaya-manfaatnya dari apa yang sudah berjalan selama ini. Penerimaan negara sudah jelas berkurang, sementara dari sisi tambahan pajak dan efek multiplier ekonomi lainnya yang diharapkan sepertinya belum jelas," kata Pri Agung saat dihubungi pada Minggu (10/3).
Dari sisi peningkatan daya saing industri, lanjut dia, juga mesti dilihat secara lebih komprehensif karena harga gas bukan penentu satu-satunyanya daya saing industri.
Baca juga : Bandara Internasional Minangkabau Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Marapi
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa faktor yang mempengaruhi daya saing industri tidak tunggal, namun beragam dan tidak sama juga untuk tiap jenis industrinya. Adapun empat di antara faktor yang mempengaruhi daya saing industri menurutnya adalah faktor permintaan, faktor sumberdaya, strategi industri dan keterkaitan dengan industri pendukung didalam mata rantai industri tersebut.
"Harga gas, hanya salah satu bagian didalam faktor sumberdaya, dan lebih khususnya didalam aspek biaya. Porsi biaya dari gas dalam struktur biaya untuk tiap industri juga bervariasi. Industri oleokimia kurang lebih di kisaran dibawah 5%, industri sarung tangan bisa 7-15%. Industri kaca bisa 15-20%, dan bagi industri yang bahan bakunya utamanya adalah gas, seperti pupuk misalnya bisa lebih besar," ujarnya.
"Tapi sekali lagi, itu hanya salah satu bagian, yaitu porsi biaya, dari salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing suatu industri, yaitu di dalam faktor sumberdaya," sambung dia.
Ia menyebut apabila pemerintah bermaksud memberi dorongan untuk sektor industri, maka alternatif kebijakan sebagai pengganti kebijakan HGBT sebenarnya adalah dengan secara langsung memberikan insentif pajak (direct fiscal incentives) kepada industri-industri yang ditarget tersebut.
"Lebih direct dan pengukuran biaya manfaatnya menjadi lebih jelas. Kebijakan ini tidak menimbulkan distorsi ekonomi dlm pengelolaan di sektor energi, iklim investasi di sektor energi baik hulu, midstream, maupun downstream tidak terganggu karena harga didasarkan atas prinsip kelayakan keekonomian, bukan diatur-atur dan diseragamkan," pungkasnya. (Z-3)
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Prabowo menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan program prioritas pada periode 2026-2027.
Kemenimipas melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang masih dihadapi sepanjang 2025, baik dalam aspek pelayanan, koordinasi, maupun adaptasi kelembagaan.
Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Mutiara Keraton Bogor yang dikelola oleh Jimmy Hantu atau Sujimin berjalan lancar di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
TKA pada akhirnya bukan sekadar instrumen teknis melainkan fondasi moral untuk memastikan setiap anak Indonesia dinilai dengan ukuran yang setara.
Mardani juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan reformasi menyeluruh, mulai dari sistem pemilihan kepala daerah hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved