Headline
Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.
Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.
Tidak semua efek samping yang timbul dari sebuah tindakan medis langsung berhubungan dengan malapraktik.
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan dalam aturan terkait benih bening lobster di Indonesia. Ekspor benih bening lobster (BBL) tetap dilarang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Sampai hari ini, (ekspor) masih ditutup. Namun, kami melihat bahwa budidaya lobster di Vietnam sepenuhnya mengandalkan benih yang berasal dari Indonesia. Meskipun kami telah menutupnya melalui Peraturan Menteri No. 17, produksi di sana tetap berlanjut," ungkap Menteri Trenggono setelah mengikuti acara talkshow Pancing Treng di Yogyakarta pada Rabu (6/3).
Menyadari kerugian yang ditimbulkan bagi negara dan ancaman kerusakan ekosistem akibat ekspor benih bening lobster ilegal yang masih berlangsung, Menteri Trenggono mengambil inisiatif untuk melakukan diplomasi dengan pemerintah Vietnam. Diplomasi ini akhirnya membuahkan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan antara Indonesia dan Vietnam yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu.
Baca juga : Ekspor Produk Perikanan Tetap Berjalan
Trenggono menjelaskan bahwa kerja sama di sektor perikanan menjadi pintu masuk bagi investasi budidaya lobster di Indonesia oleh pelaku usaha Vietnam. Melalui kerja sama ini, akan terjadi transfer teknologi dan pengetahuan budidaya lobster bagi pembudidaya di Tanah Air.
Kerja sama perikanan antara dua negara ini juga bertujuan untuk menekan praktik ilegal ekspor benih bening lobster yang terbukti merugikan negara hingga triliunan rupiah per tahun.
"Itulah mengapa kami berupaya bekerjasama dengan pemerintah Vietnam. IUUF ini tidak hanya terkait dengan masuknya kapal nelayan yang mengambil ikan di perairan kita, tetapi juga penetapan benih bening lobster yang ilegal. Hal ini juga kami sampaikan ke tingkat internasional," jelasnya.
Baca juga : KKP: Rencana Ekspor Benih Lobster Masih Digodok
Melalui kerja sama budidaya lobster dengan pemerintah Vietnam, Trenggono optimis bahwa Indonesia dapat menjadi bagian dari pemasok lobster dunia di masa mendatang.
"Kami juga dapat menjadi bagian dari rantai pasok global. Jadi, seolah-olah tidak hanya kalian yang menikmati manfaatnya, kami juga ingin berpartisipasi, karena asal usul benih beningnya dari kami. Bagaimana kita dapat bekerjasama, salah satunya melalui undangan untuk berinvestasi di sini," tambahnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang merancang kebijakan terkait pengelolaan benih bening lobster di Indonesia. Regulasi ini bertujuan untuk mendorong produktivitas budidaya lobster nasional dengan melibatkan negara yang telah berhasil dalam budidaya komoditas tersebut.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
Bank Mandiri dan Ceria Corp memperkuat sinergi hilirisasi lewat ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) dari smelter Merah Putih di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie mengingatkan Indonesia tengah menghadapi ancaman serius berupa tsunami barang impor.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara simbolis melepas ekspor bus perdana dari Karoseri Laksana, Kabupaten Semarang, ke Sri Lanka pada Rabu (2/7)
KEK Industropolis Batang menutup semester pertama 2025 dengan membukukan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun. Angka itu diperoleh dari masuknya dua tenant strategis.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga Mei 2025 mencapai US$111,98 miliar, naik 6,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Yang perlu dilakukan dan direalisasikan ke depan adalah memungut PNBP untuk kapal-kapal izin daerah dgn besaran kapal 5GT sd 30GT yang melaut sampai dengan 12 mil.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
KKP berkomitmen membangun sejumlah sarana dan prasarana di kawasan Warloka Pesisir yang mencakup dermaga permanen, gudang beku (cold storage) berkapasitas memadai, serta pabrik es.
Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan Global Quality and Standard Programme (GQSP) Indonesia Fase 2.
CTI-CFF bekerja sama dengan KKP mengadakan media gathering untuk memperingati ulang tahun ke-16 CTI-CFF dan secara resmi meluncurkan perayaan Hari Terumbu Karang 2025, Kamis (22/5).
Berkat respons cepat dari pihak Basarnas dan KKP, jenazah berhasil dievakuasi saat kapal masih berada di perairan sekitar Belawan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved