Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH didesak serius mengatasi beras langka. Berbagai upaya harus dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi.
"Instansi terkait dalam menyikapi ini jangan dibiarkan. Lucu kita punya jutaan hektare sawah tapi beras mahal," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie, Selasa (27/2).
Jerry mengatakan upaya tersebut harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Badan Urusan Logistik (Bulog) perlu menyusun strategi agar stok beras merata.
Baca juga : Harga Beras Tembus Rp18 Ribu, Ikappi: Stok Beras Jangan Ditahan
"Perlu juga disampaikan ke publik kenapa beras mahal, tipe beras apa yang mahal. Jangan sampai diborong oleh tengkulak," ujar dia.
Jerry menyebut langkah berikutnya, yakni menjaga stok dan harga beras di pasar tetap stabil. Kemudian melakukan komunikasi dengan baik supaya masyarakat memahami akar masalah kelangkaan itu.
"Supaya di masyarakat tidak gaduh dan semakin panas apalagi suasana pascapilpres (pemilihan presiden)," jelas dia. (Medcom/Z-6)
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Denpasar tersebut merupakan upaya pengendalian inflasi daerah
PRESIDEN Prabowo Subianto mengancam agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan kebutuhan pangan. Soal permasalahan beras, ia memperingatkan penggilingan beras skala besar
Blue bites adalah bentuk konkret dari konsep blue food, yaitu pangan yang berasal dari ekosistem perairan, laut, pesisir, sungai, dan danau—seperti ikan, rumput laut, moluska, dan krustasea.
EDITORIAL Media Indonesia pada Rabu (16/7) lalu menggambarkan kenyataan pahit mengenai dugaan beras oplosan di Indonesia.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Food Station bersikap terbuka terkait beras oplosan.
PEMERINTAH Indonesia tengah memacu transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor pangan dan energi domestik.
Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) menargetkan pendapatan dari pemanfaatan aset untuk pengembangan bisnis mencapai Rp100 miliar pada 2025.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Ananda Tohpati, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk segera mengatasi kenaikan harga beras agar tidak menyusahkan masyarakat.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa sejauh ini Bulog telah melakukan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai skema.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih dalam angka aman. Sebelummya diberitakan beras premium dan medium mulai langka
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ruszaeni, menjelaskan angka stunting di Kabupaten Tegal menunjukan trend penurunan meski relatif masih tinggi.
PERUM Bulog melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 kembali mengarahkan fokusnya pada tiga bidang prioritas.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved