Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAJAR dari serangan siber yang menyerang perusahaan di 2023, PT Bank Syariah Indonesia (BSI), meningkatkan anggaran IT mereka di 2024 mencapai Rp1,5 triliun.
Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menjelaskan pada tahun 2022, belanja IT perusahaan hanya Rp350 miliar.
Anggaran IT ini menjadi Rp1,32 triliun pada 2023, naik 3 kali lipat, dan dibelanjakan ke empat area utama, yaitu IT security, standarisasi infrastruktur, membeli perangkat stabilisasi infrastruktur, dan untuk pengembangan bisnis termasuk digital.
Baca juga : OJK : Investigasi Terhadap Serangan Siber ke BSI Masih Berlangsung
Untuk tahun 2024, rapat manajemen sepakat belanja IT sebesar Rp1,5 triliun, lebih besar dari tahun 2003. Nanti areanya lebih pada business enabler.
"Ini yang kami harapkan kombinasi antara solusi yang lengkap, dengan keamanan yang baik, dengan belanja yang cukup besar, mudah-mudahan bisa membawa BSI sebagai salah satu bank terbaik untuk IT practicenya," kata Cahyo usai paparan kinerja BSI 2023, Kamis (1/2).
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan secara umum teknologi digital menjadi hygiene factor bagi sebuah bank terutama seperti BSI, yang segmentasinya hampir 70% saat ini fokus ke konsumen dan ritel.
Baca juga : Pakar Menyarankan Kejahatan Siber Masuk Tindak Pidana Terorisme
Artinya dengan jumlah nasabah yang terus meningkat setiap tahun, bulan dan hari, BSI terus meningkatkan kemampuan digital dan IT.
Kemampuan dan keamanan informasi dan teknologi yang diharapkan bisa menjadi best practice, BSI melihatnya baik dari sisi hardware, software, aplikasi dan termasuk keamanan siber. Mereka menggunakan standar internasional.
"Semua kami lakukan, baik itu dari memperkuat sisi data center (DC), dan Disaster Recovery Center (DRC), juga mungkin nanti call back up kami miliki dengan pendekatan cloud. Ini kami jadikan tingkat leveling dari sisi kualitasnya adalah internasional standar,"
Baca juga : Komisi XI Akan Panggil Direksi BSI Senin
Implikasinya adalah BSI harus membelanjakan lebih banyak uang untuk IT dan digital, yang menjadi belanja modal terbesar mereka do tahun 2023 dan 2024. Sebab BSI sekarang sedang melakukan penguatan, juga melakukan mengupgrade daripada mobile banking mereka, menjadi berupa superapp.
Direktur IT BSI Saladin D. Effendi mengatakan bank berkomitmen untuk peningkatan standar internasional. Terkait data center, BSI memastikan mengikuti standar internasional.
"Aspek lainnya untuk siber sudah pasti adalah penguatan kapabilitas SDM untuk mendapatkan update dari keahlian terkini," kata Saladin.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi
Pada 23 Januari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero.
BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan perlunya perubahan cara berpikir dan pendekatan mendasar dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa APBN 2025 mencapai sekitar Rp3.600 triliun, sementara APBD sebesar Rp1.350 triliun, dan seluruh eksekusi anggaran tersebut berada di tangan ASN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved