Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto menilai tata niaga pangan selama ini dikuasai oleh mafia kartel pangan dan importir pangan. Ini adalah masalah yang tak pernah diurai masalahnya secara mendasar.
"Masalah mendasarnya selama ini adalah karena kuota impor itu hanya dikuasai oleh segelintir importir dengan modal besar. Sementara produksi di tingkat on farm yang diusahakan oleh petani atau industri rumah tangga dibuat tak berdaya dari banyak sisi," terangnya.
Suroto mencontohkan impor di tata niaga kedelai. 97 persen bergantung ke importir yang mendatangkan barang dari Amerika 83 persen dan 13 persen dari Kanada.
Baca juga : Selain Bansos El Nino, Pemerintah Cairkan BLT Mitigasi Risiko Pangan Jelang Pilpres 2024
"Akses untuk mendapatkan kuota impor ini dibuat semacam kongkalikong dengan pejabat dan importir agar impor bermasalah," tegasnya.
Masalah serupa juga didapati pada tata niaga beras misalnya, selain beras di dalam negeri itu dibuat tak berdaya di sisi input dengan harga pupuk yang mahal, lalu akses kredit yang sulit, juga dibuat lemah dari segi organisasinya.
Oleh sebab itu, perlu menggeser dari model kebijakan paket input yang gagal selama ini ke paket output.
Baca juga : BUMN Dapat Menjadi Katalisator bagi Koperasi
"Bukan lancarkan subsidi pupuk, BBM, dan lain-lain tapi bagaimana buat harga pelaku pangan keluarga kita itu berdaya," tegasnya.
Suroto juga menekankan pentingnya penguatan organisasi pelaku pangan dengan misalnya bentuk koperasi petani, nelayan, petambak dan lain lain.
"Itu menjadi mandiri dengan geser fungsi Bulog yang sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu jadi badan usaha milik petani yang dikuasai dan dikendalikan secara demokratis. Termasuk di sektor hulunya seperti pabrik pupuk dan lain lain," terusnya.
Baca juga : Pembenahan Tata Niaga Pangan Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Petani
Suroto menyayangkan para paslon di Pilpres 2024 belum ada yang menunjukkan visi ke arah itu. Menurutnya, semua sektor bisnis off farm di Indonesia dikuasai oleh mafia kartel pangan dan importir.
“Jadi untuk membongkar kebijakan yang salah ini ya butuh kepemimpinan transformatif, dan Pilpres saya lihat belum ada yang menunjukkan kandidat kesana visinya. Mereka masih berslogan terus, malahan mereka berslogan teruskan kebobrokan saat ini,” pungkasnya. (Z-7)
Baca juga : Persoalan Pertanian Sangat Rumit, Holding seperti KUD Dibutuhkan
MEMASUKI H+2 Idul Fitri 2026, harga cabai rawit merah hari ini 23 Maret 2026 masih tinggi di Purwokerto, Jawa Tengah.
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
HARGA daging sapi 19 Maret 2026 di Aceh Barat tepatnya Meulaboh, naik menjadi Rp170 ribu per Kilogram. Daging sapi digunakan untuk tradisi meugang menyambut Hari Raya Lebaran 2026
HARGA daging sapi di beberapa pasar tradisional 19 Maret 2026 di Palembang, Sumatera Selatan menjelang lebaran mencapai Rp180.000 per kilogram. Harga daging sapi sebelumnya Rp140.000
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
HARGA daging sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, naik jadi Rp150 ribu per kilogram pada H-4 Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3).
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved