Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyampaikan pihaknya akan segera memanggil PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) untuk meminta keterangan atas insiden kebakaran akibat ledakan tungku smelter milik perusahaan Tiongkok itu yang terjadi pada Minggu (24/12).
Selain dengan ITSS, Komisi VII akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada masa sidang yang akan datang usai masa reses berakhir.
“Kami di Komisi VII DPR ingin segera mendengar langsung dan mendapatkan kepastian serta kejelasan dari mereka. Utamanya soal penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)," ujar Eddy kepada Media Indonesia, Rabu (27/12).
Baca juga : Faisal Basri Sebut Kebijakan Hilirisasi era Jokowi Sesat
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan Komisi VII terus memantau dan menunggu hasil investigasi yang sedang dilakukan aparat penegak hukum terhadap kecelakaan kerja di PT ITSS yang menewaskan 18 orang. Eddy pun berharap ada transparansi dari pengusutan kasus tersebut.
"Kami terus memantau dan berharap hasil investigasi dapat disampaikan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat," ucapnya.
Eddy kemudian menuntut pemerintah untuk melakukan audit K3, audit ketenagakerjaan dan audit operasional terhadap PT ITSS.
Baca juga : Smelter Morowali Meledak Lagi, DPR: Pemerintah Lamban Mengaudit
Selama audit dilakukan, pimpinan Komisi VII itu meminta agar operasional perusahaan ITSS harus dihentikan sementara waktu untuk memprioritaskan keselamatan pekerja ke depannya.
"Kami mendesak pemerintah, khususnya Kemenperin melakukan audit menyeluruh terhadap PT ITSS. Selama audit dilakukan, operasional PT ITSS harus dihentikan” tegasnya.
Selain itu, Eddy juga mengharapkan adanya perintah audit penerapan K3 di seluruh perusahaan smelter yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini sebagai bentuk pencegahan agar kejadian yang sama tidak terulang di tempat lain.
Baca juga : Selain Tiongkok, Proyek Smelter Nikel RI Diguyur Bank Eropa
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan smelter mengikuti aturan dan standar K3 yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Ins/Z-7)
PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved