Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SRI Lanka memangkas suku bunga utama pada Jumat (24/11) untuk kedua kali dalam beberapa bulan menjelang kesepakatan restrukturisasi utang penting dengan pemberi pinjaman asing. Negara yang kekurangan uang ini gagal membayar utangnya sebesar US$46 miliar pada April tahun lalu setelah kehabisan devisa untuk membiayai impor bahkan komoditas yang paling penting.
Itu membuat hidup menjadi kesengsaraan bagi 22 juta penduduk pulau tersebut. Pada puncak krisis tahun lalu, kerusuhan sipil selama berbulan-bulan memaksa presiden Gotabaya Rajapaksa digulingkan ketika para pengunjuk rasa menyerbu kediamannya.
Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan perekonomian Sri Lanka menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi namun pemulihannya belum terjamin. Bank Sentral Sri Lanka (CBSL) pada Jumat memangkas suku bunga pinjaman acuan sebesar satu poin persentase menjadi 10% karena inflasi tahunan mencapai 1,5% dibandingkan dengan puncaknya yang mencapai hampir 70% pada tahun sebelumnya.
Baca juga : Bank Sentral Rusia Naikkan Suku Bunga Utama ke 16%
Suku bunga deposito diturunkan dengan jumlah yang sama menjadi 9,0%. "Dewan kebijakan moneter menggarisbawahi perlu tindakan pelonggaran moneter yang cepat dan menyeluruh terhadap suku bunga pasar, khususnya suku bunga pinjaman," kata bank tersebut dalam satu pernyataan.
Pemotongan terbaru terjadi setelah pemerintah gagal mendapatkan tahap kedua sebesar US$330 juta dari dana talangan empat tahun senilai US$2,9 miliar yang disetujui IMF pada Maret. Namun, bank sentral menyatakan harapan tercapai kesepakatan utang dengan pemberi pinjaman bilateral dan pemegang obligasi swasta pada awal bulan depan untuk membuka dana tunai.
Kolombo ingin mendapatkan dana talangan kedua pada akhir September, setelah peninjauan pertama program IMF yang dimulai pada Maret. Namun, IMF mencatat bahwa Sri Lanka, antara lain, belum mencapai target pendapatan yang disepakati dan perlu meningkatkan pengumpulan pajak.
Baca juga : Inflasi Brasil kembali Melambat pada November
CBSL mengatakan mereka berharap penurunan suku bunga terbaru--yang dilakukan tiga kali pada Juni, Juli, dan Oktober--akan membantu menghidupkan kembali perekonomian. (AFP/Z-2)
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital dan mata uang kripto yang berjalan di jaringan peer-to-peer tanpa bank sentral, menggunakan blockchain untuk mencatat transaksi.
Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk kelima kalinya tahun ini.
Bank Indonesia (BI) dan Bank Prancis atau Banque de France (BdF) menyepakati penguatan kerja sama bilateral di area kebanksentralan.
Bank Indonesia bakal menambah besaran insentif dalam Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) di 2025 menjadi Rp283 triliun.
LPEM FEB UI mendesak Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 6% pada Rapat Dewan Gubernur BI November 2024.
Banjir juga merusak lebih dari 75 ribu rumah termasuk hampir 5 ribu unit yang hancur sepenuhnya.
SELURUH wilayah ibu kota Sri Lanka terendam banjir, kemarin, setelah siklon kuat memicu hujan lebat dan tanah longsor di seluruh pulau.
Sri Lanka dilanda banjir dan longsor dahsyat yang menewaskan lebih dari 330 orang. Pemerintah serukan darurat.
Menurut Pusat Manajemen Bencana (DMC), sedikitnya 193 orang tewas akibat hujan deras selama sepekan yang dipicu Siklon Ditwah, sementara 228 orang dinyatakan hilang.
Tujuh biksu Buddha, termasuk tiga warga asing, tewas setelah kereta kabel putus dan jatuh di Biara Hutan Na Uyana, Sri Lanka.
Tragedi hari Jumat tersebut adalah yang terburuk bagi Angkatan Udara Sri Lanka sejak pesawat Y-12 buatan Tiongkok jatuh di Haputale, 200 kilometer (125 mil) timur Kolombo, pada Januari 2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved