Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVEMBER adalah bulan fintech nasional. Untuk terus meningkatkan dan mengoptimalkan inklusi keuangan dan terdigitalisasi di Indonesia, digelar Bulan Fintech Nasional (BFN) 2023 yang berlangsung 11 November-12 Desember 2023.
Pada penyelenggaraan BFN 2023, PT Dompet Harapan Bangsa (OY! Indonesia) berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) dukung peningkatan inklusi keuangan yang optimal dan terdigitalisasi di Indonesia.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis yang diambil OY! Indonesia agar dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat untuk mendapatkan akses layanan perbankan (unbanked & underbanked) dengan ekosistem terpadu melalui pengelolaan uang tunai & non-tunai.
BFN 2023 ini juga menjadi inisiasi OY! Indonesia dalam mendukung program pemerintah untuk mendorong penguatan ekosistem keuangan digital berkelanjutan.
Menurut catatan Bank Indonesia, terdapat 97.7 juta atau setara 48% dari total penduduk Indonesia yang berada dalam kelompok unbanked & underbanked.
Potensi besar ini terus dieksplor PT Dompet Harapan Bangsa (OY! Indonesia) sebagai payment aggregator pertama di Indonesia yang memiliki solusi end-to-end pembayaran tunai & non-tunai perusahaan maupun individu.
baca juga: 5,3 Juta UMKM Terima Manfaat Fintech Pendanaan
Upaya OY! untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dengan menghadirkan solusi keuangan terintegrasi yang mampu mendukung ekonomi Indonesia semakin gencar setelah menerima lisensi pengelolaan uang tunai dari Bank Indonesia.
Jesayas Ferdinandus, Chief Executive Officer of OY! Indonesia menyampaikan OY! Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan solusi transaksi tunai dan non-tunai yang aman dan terintegrasi melalui OY! Business.
"Untuk meningkatkan inklusi dan memperluas literasi keuangan, OY! turut berpartisipasi sebagai salah satu sponsor AFTECH dalam pelaksanaan rangkaian BFN dan 5th Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023," kata Jesayas dalam keterangannya, Rabu (22/11).
"OY! juga menggandeng PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) sebagai mitra strategis dalam mempercepat pertumbuhan bisnis di seluruh kalangan masyarakat, terutama kalangan unbanked dan underbanked dengan menghadirkan ekosistem transaksi keuangan tunai dan non-tunai terintegrasi. Dengan demikian, kami berharap dapat terus mengoptimalkan efisiensi bisnis dan arus transaksi nasabah di Indonesia," lanjutnya.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir mengungkapkan AFTECH berkolaborasi dengan OY! Indonesia sepanjang periode BFN untuk memberikan pemahaman mendalam terkait penggunaan fintech dengan potensi risiko, tips dan trik penggunaan produk dan layanan fintech yang tepat guna untuk individu maupun pelaku bisnis dan pemilik usaha.
Serta memberikan kesempatan talenta digital muda Indonesia untuk mengembangkan karir melalui program virtual job fair yang disajikan dalam platform virtual yang sama.
OY! Indonesia juga telah terintegrasi dengan Bank Danamon untuk menyediakan solusi non-tunai seperti layanan Host to Host (H2H) Disbursement, BI-Fast, dan QRIS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan dana nasabah OY! Indonesia secara cepat, nyaman, dan aman.
Melalui integrasi ini, nasabah OY! Indonesia dapat melakukan pembayaran dan menyediakan metode pembayaran digital yang praktis kepada end customer mereka.
“Selama BFN, Danamon dan OY! Indonesia menjalin kemitraan strategis bersama dengan AFTECH untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat agar dapat menjalankan transaksi keuangan dengan lancar," ujar Andrew Suhandinata, Transaction Banking Head of Danamon.
Dalam mewujudkan pertumbuhan industri fintech, Danamon mendukung infrastruktur OY! Indonesia menggunakan Solusi Cash Management Danamon untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat dan aman.
Kerja sama ini dihadirkan dalam The 5th Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023 dengan tema "Accelerating Growth: Promoting Sustainable Integration and Collaboration for A Stronger Digital Economy", yang digelar di The Kasablanka Hall Jakarta, 23-24 November 2023.
Dalam IFSE 2023 hadir offline booth OY! Indonesia yang bisa dikunjungi masyarakat untuk memperluas wawasan inklusi dan literasi keuangan lintas sektor. (N-1)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
Menkop Ferry mencontohkan kiprah koperasi penyandang tunanetra yang memproduksi Al Qu'ran braille dan menyumbangkannya ke masjid.
1.000 peserta hadir secara fisik maupun daring untuk mendapatkan teori, praktik dan berdiskusi langsung bersama fasilitator, serta simulasi pengelolaan keuangan harian.
Dana CSR sebesar Rp 100.000.000 disampaikan kepada Penyandang Disabilitas melalui Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Di tengah perekonomian yang makin kompleks dan layanan keuangan digital yang berkembang pesat, literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda Indonesia.
Meningkatnya akses layanan keuangan digital di kalangan remaja Indonesia membawa konsekuensi baru: paparan terhadap perilaku finansial yang tidak sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved