Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (7/11) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2023. Alasannya, konsumsi lebih kuat dan langkah-langkah kebijakan baru-baru ini yang diumumkan oleh Beijing.
Setelah tahun yang sulit bagi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini, ada sedikit perubahan dalam beberapa minggu terakhir. Ekspansi pada kuartal ketiga lebih besar dari perkiraan.
IMF mengatakan mereka melihat produk domestik bruto Tiongkok meningkat 5,4% tahun ini. Angkanya naik dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5,0%. IMF pun menaikkan proyeksinya pada 2024 menjadi 4,6% dari 4,2%.
Baca juga: Konsultan COP28, McKinsey Dorong Kepentingan Klien Perusahaan Migas
Gita Gopinath, Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF, mengatakan pada konferensi pers di Beijing pada Selasa bahwa peningkatan tersebut mencerminkan, "Rebound kuat pascapembukaan kembali permintaan domestik, khususnya konsumsi." Perekonomian Tiongkok tumbuh 4,9% pada Juli-September atau lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya tetapi jauh lebih baik dari perkiraan dan sedikit di bawah target pemerintah sekitar lima persen untuk tahun ini--salah satu target terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Perekonomian Tiongkok hanya bertumbuh sebesar 3,0% pada tahun lalu. Ini jauh di bawah target resmi sebesar 5,5%. Maklum, ini terhambat kebijakan ketat terkait penanganan covid-19.
Baca juga: Rencana Produsen Bahan Bakar Fosil Ancam Batas Pemanasan Global
Serangkaian data ekonomi yang berada di bawah standar pada semester pertama--meskipun pembatasan sosial sudah dicabut pada akhir 2022--membuat pemerintah mengumumkan sejumlah langkah stimulus yang ditargetkan untuk mendukung sektor-sektor utama, khususnya sektor properti yang bermasalah.
Dan pada Oktober, Beijing mengatakan akan menerbitkan obligasi negara senilai satu triliun yuan (US$137 miliar) untuk meningkatkan belanja infrastruktur. Gopinath mengatakan perkiraan baru tersebut dibuat, "Mencerminkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal ketiga dan dukungan kebijakan baru yang baru-baru ini diumumkan."
Baca juga: Proyeksi Industri Mamin 2023 Anjlok ke Level 5%
Namun dia memperingatkan bahwa IMF memperkirakan, "Kelemahan di sektor properti akan terus berlanjut, dan permintaan eksternal akan tetap lemah." Sektor realestat utama di negara ini umumnya menyumbang sekitar seperempat dari PDB, tetapi industri ini telah berpindah dari satu krisis ke krisis lain dalam beberapa tahun terakhir, dengan perusahaan-perusahaan besar yang lumpuh karena tumpukan utang. (AFP/Z-2)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved