Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI profesi di bidang konstruksi bernama Perkumpulan Pakar Utama Bangunan Nusantara atau disingkat PU-Bangun menggelar seminar nasional berjudul Teknologi, Perencanaan, dan Tantangan Pembangunan Transportasi Massal Berbasis Rel (KCIC, LRT, dan MRT). Ini dilaksanakan tepat satu tahun pembentukan PU-Bangun.
"Seminar ini merupakan kegiatan sharing PU-Bangun ke-9. Hampir setiap bulan kami mengadakan sharing knowledge di antara para ahli bangunan dan profesional dalam konstruksi," ujar Sekretaris Jenderal PU-Bangun Muhammad Fauzan di Jakarta, Kamis (2/11).
Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), lanjut Fauzan yang juga sebagai Ketua Bidang IV AKI, menjadi inisiasi pembentukan PU-Bangun. Pembentukan PU-Bangun untuk membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam membangun infrastruktur ke depan.
Baca juga: Ditanya Keberlanjutan IKN, Jokowi Sebut Ada Undang-Undangnya
"PU-Bangun mengangkat transportasi massal berbasis rel karena sangat dibutuhkan untuk mengatasi mobilitas penduduk dan ramah lingkungan karena mengurangi polusi udara akibat kendaraan pribadi," imbuh Fauzan yang kini menjadi Direktur SDM PT Hutama Karya.
Terkait tenaga kerja asing dalam pembangunan transportasi massal dan proyek lain, Fauzan mengakui hal tersebut. Dalihnya, hal tersebut dilakukan karena teknologi dari luar yang digunakan. Namun, ia memastikan ada transfer teknologi kepada SDM kita.
Baca juga: Minim Dilirik Investor, RI Hapus Rencana Pengakhiran Operasional PLTU 5 GW
Para pembicara seminar itu antara lain HU-E. Koordinasi Expert PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan, Program Managent Office Division Head PT MRT Jakarta Rizki Shebubakar, dan General Manager Department Keretaapian PT Adhi Karya (persero) Tbk Isman Widodo membahas tentang LRT. (RO/Z-2)
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Sektor bangunan gedung memegang peranan krusial dalam mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Bangunan berperan besar dalam isu perubahan iklim, dengan kontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.
PU Bangun secara aklamasi menetapkan Suko Widigdo sebagai Ketua Umum PU Bangun periode 2025-2028 menggantikan Mursyid.
Petugas mendapatkan informasi kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.13 WIB dan langsung mengirimkan personel ke lokasi kejadian.
Pemerintah juga akan melakukan audit keuangan pesantren calon penerima bantuan. Menurut Muhaimin, dana segar tidak akan diberikan kepada pesantren yang mampu merenovasi gedung.
Sektor bangunan di Indonesia, saat ini, menyumbang 33% emisi gas rumah kaca, dengan penggunaan pendingin sebagai salah satu penyumbang terbesar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved