Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
REVOLUSI layanan keuangan digital mengubah sistem ekonomi dan keuangan global, termasuk Indonesia. Perubahan tidak bisa dihindari dan tantangan pun muncul menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan sumber daya alam. Menciptakan masyarakat yang berkelanjutan juga sama penting dengan pesatnya perkembangan ekonomi.
Itu disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE-IBS) Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono saat acara International Conference on Banking and Finance (ICBF) yang pertama dan National Conference on Banking and Finance (NCBF) yang ketiga kali secara daring, selama dua hari berturut-turut, Kamis (26/10/2023) dan Jumat (27/10/2023). Menurut Kusumaningtuti, digitalisasi keuangan yang pesat merupakan kebutuhan dan keuangan tradisional institusi harus meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan gelombang baru itu.
Dengan konsumen digital yang berkembang pesat dan internet yang tinggi penetrasinya, Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi digital terbesar di dunia Asia. "Indonesia kini menjadi rumah bagi lebih dari 100 perusahaan fintech dan jumlah tersebut terus meningkat. Pertumbuhan investasi dan perusahaan digital, termasuk fintech, memainkan peran penting dalam mendorong revolusi digital," papar Kusumaningtuti.
Baca juga: Keuntungan ExxonMobil Turun karena Harga Minyak Mentah Jatuh
Perusahaan fintech mengubah layanan keuangan menjadi mesin untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dengan membuka akses keuangan serta menjadi katalisator melalui inovasi dan interkoneksi jasa keuangan. Saat ini, terang Kusumaningtuti, sektor keuangan bergerak menuju masyarakat berkelanjutan yang menurut Bank Dunia mencakup empat dimensi atau karakteristik.
Dimensi pertama yang menandakan masyarakat berkelanjutan ialah masyarakat yang ramah lingkungan. Kedua, mereka punya ketahanan terhadap guncangan sosial, ekonomi, dan alam. Ketiga, komunitas berkelanjutan tergolong inklusif. Mereka membawa semua dimensi masyarakat dan semua kelompok masyarakat, termasuk kelompok marginal dan rentan, ke dalam pasar, layanan, dan pembangunan. Akhirnya, komunitas berkelanjutan bersifat kompetitif yang dapat tetap produktif dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Baca juga: Electrolux akan Pangkas 3.000 Pekerja akibat Penjualan Merosot
Oleh karena itu, membangun kota dan komunitas yang inklusif, berketahanan, kompetitif, dan berkelanjutan merupakan hal penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada 2030. Terlebih lagi, inovasi digital tumbuh subur dalam ekosistem yang kuat saat investasi, akselerator, dan bakat terhubung dengan regulasi serta perlindungan pelanggan.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Sudaporn Sawmong menjelaskan tentang finansial digital dan keuangan berkelanjutan. Dia menggarisbawahi teknologi dan sustainability merupakan dua faktor utama pencetus ekonomi dan keuangan Thailand.
Sawmong merujuk sustainability sebagai kapasitas suatu perusahaan dengan menginovasikan ruang lingkup dan pengaruh sosial yang positif. "Sustainability bukan hanya tentang kepatuhan dengan seperangkat aturan dan harapan baru. Ini akan menjadi garda depan persaingan keuntungan bagi sektor keuangan ritel dan menjadi pilar pertumbuhan di masa depan," terangnya.
Sedangkan Principal Economist/Deputy Director Bank Indonesia DKI Jakarta Representative Office Muhamad Shiroth menyoroti performa ekonomi global baru-baru ini, seperti menurunnya ekonomi Tiongkok dan menguatnya ekonomi Amerika Serikat. Dia membahas perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2023 tetap sebesar 2,7%.
Dia menyebut peforma ekonomi di Indonesia masih dalam keadaan positif karena permintaan domestik yang masih kuat, terutamaa bersumber dari digitalisasi dan inovasi generasi muda. "Sektor informasi dan komunikasi di Indonesia menguat, termasuk dalam cyber security," ucapnya. (RO/Z-2)
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Pelaksanaan pilkades tahun ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait fasilitasi pelaksanaan pilkades serentak secara replik atau digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved